Israel mengatakan bahwa pihaknya mulai memerintahkan warga Palestina yang tinggal di Rafah bagian timur untuk mengungsi. Mereka akan diarahkan untuk pergi ke kamp-kamp pengungsian di dekat Khan Younis dan Al Muwassi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pasukannya akan menyerang Rafah "dengan atau tanpa kesepakatan" untuk mencapai kemenangan total dalam perang yang berlangsung hampir tujuh bulan tersebut.
Pemerintah Israel menunda rencana invasi darat ke Kota Rafah, di selatan Jalur Gaza, usai diserang oleh Iran menggunakan ratusan drone dan rudal pada beberapa waktu lalu.
Mesir dilaporkan sedang mempersiapkan sebuah kawasan yang berbatasan dengan Gaza untuk menampung warga Palestina. Langkah itu disebut merupakan respons darurat jika serangan Israel ke Rafah memicu eksodus melintasi perbatasan.
Australia, Kanada dan Selandia Baru menyerukan gencatan senjata kemanusiaan secepatnya, usai Israel mengumumkan rencana operasi militer tambahan di Rafah, wilayah Gaza bagian selatan.
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kembali menekankan bahwa warga sipil Palestina harus dilindungi di tengah konflik yang sedang bergejolak antara Israel dan Hamas. Namun, PBB menolak pemindahan secara paksa warga Palestina yang mayoritas mengungsi di wilayah Rafah.