Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS), yang dimediasi Pakistan, terus berlangsung tetapi menghadapi "jalan yang sangat sulit."
Pembukaan Selat Hormuz merupakan topik utama dalam perundingan damai antara Iran-Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Pakistan untuk Rusia Faisal Niaz Tirmizi.
Pemerintah Iran telah memberi tanggapan atas proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik, yang disampaikan melalui Pakistan selaku mediator. Presiden AS Donald Trump menyebut tanggapan Iran "tidak dapat diterima."
Pakistan, selaku mediator, menyatakan optimis bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera mencapai kesepakatan. Hal itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengunjungi beberapa negara termasuk Cina.
Iran menyatakan bahwa delegasinya telah tiba di Ibu Pakistan, Islamabad, untuk melakukan perundingan lanjutan. Namun, tidak berencana untuk melakukan perundingan tatap muka dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Iran diperpanjang. Ia mengatakan, AS akan menunda segala jenis serangan untuk memberi waktu bagi Iran mengajukan proposal guna mengakhiri perang.
Delegasi Pakistan berkunjung ke Teheran untuk mendorong dimulainya babak baru perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal ini dilakukan seminggu sebelum gencatan senjata bersyarat antara keduanya berakhir.
Delegasi dari Amerika Serikat (AS) dan Iran kemungkinan kembali berunding di Islamabad, Pakistan pada pekan ini, usai gagal mencapai kesepakatan damai secara permanen pada Minggu (12/4).