Sebuah riset di Jepang menemukan bahwa hampir 70 persen penyintas bom atom meyakini bahwa senjata nuklir akan kembali digunakan, karena meningkatnya ketegangan global termasuk konflik Rusia dan Ukraina.
Kementrian Pertahanan (Kemhan) Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa program energi nuklir Iran mengalami kemunduran sekitar satu hingga dua tahun akibat serangan AS pada bulan lalu.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan bahwa negaranya telah secara resmi menangguhkan kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA).
Pemerintah Iran melaporkan bahwa 935 orang tewas akibat serangan Israel ke berbagai wilayah Iran dalam konflik selama 12 hari. Korban tewas termasuk 132 wanita dan 38 anak-anak.
Iran kembali menekankan tidak akan pernah berhenti mengembangkan program pengayaan energi nuklir karena ditujukan untuk kepentingan sipil bersifat damai, yang sesuai dengan perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT).
Mungkin masih banyak dari antara pembaca setia Indonesia Defense Magazine, yang tidak tahu akan hal ini, kecuali usia Anda sudah sangat sepuh seperti penulis. Beruntung, pernyataan Soekarno tersebut tidak pernah menjadi kenyataan. Indonesia tidak membutuhkan senjata atom maupun beban berat yang akan ditanggung sehubungan dengan kepemilikan tersebut, karena pada akhirnya rakyat sendiri yang akan menjadi target “utama”.
Pada Kamis (19/6) lalu, Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih baru saja melakukan lawatan ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
Prof. Hikmahanto Juwana, pengamat hubungan internasional mengatakan bahwa serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap tiga situs nuklir Iran yakni di Fordow, Isfahan dan Nanatz pada Sabtu (21/Juni) malam waktu setempat, ilegal dan dapat memicu meluasnya eskalasi konflik.
Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara terhadap situs nuklir Iran menggunakan pesawat pengebom B-2 dan rudal Tomahawk, yang diklaim merusak fasilitas itu secara signifikan.