TNI AL siap menghidupkan kembali tradisi riset kelautan nasional yang sempat terhenti selama tiga tahun terakhir. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memastikan armada terbaru, KRI Canopus-936, bakal langsung memimpin misi prestisius Ekspedisi Jala Citra 4 mulai tahun ini.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membocorkan jadwal kedatangan alutsista penyelamat kapal selam asal Inggris. Proyek strategis yang telah diinisiasi sejak masa kepemimpinan Prabowo Subianto saat menjabat Menteri Pertahanan ini bernilai £128 juta atau setara Rp2,5 triliun dan dijadwalkan tiba pada pertengahan 2027.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan kapal bantu hidro-oseanografi terbaru TNI AL, KRI Canopus-936, kini dapat difungsikan sebagai kapal penyelamat kapal selam (Submarine Rescue Vessel). Armada pertama milik Indonesia ini disiapkan khusus untuk menjamin keselamatan personel jika terjadi situasi darurat di kedalaman samudera.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada dua satuan tugas (satgas) Korps Marinir yang menorehkan prestasi gemilang di tanah Papua. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan prajurit baret ungu melumpuhkan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) serta merebut puluhan markas pemberontak.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menginstruksikan jajaran pimpinan komandan satuan untuk mengubah paradigma operasi tempur menjadi lebih presisi. Perubahan ini menitikberatkan pada pemanfaatan data intelijen guna menjawab ketidakpastian situasi global yang semakin dinamis.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan para petinggi TNI dan para purnawirawan TNI di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Jumat (24/4).
TNI AL menghadirkan solusi konkret bagi mobilitas prajurit yang berdomisili di wilayah penyangga Ibu Kota. Bukan sekadar mengikuti tren, TNI AL resmi mengoperasikan armada bus listrik untuk mempermudah akses transportasi anggota dari wilayah pinggiran Jakarta menuju markas.
TNI AL melakukan langkah revolusioner untuk mengefisiensikan anggaran negara di sektor energi. Tak tanggung-tanggung, korps laut ini menargetkan pemangkasan biaya operasional Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen melalui penggunaan kendaraan listrik secara masif di lingkungan militer.
TNI AL bergerak taktis menyiasati kelangkaan energi akibat gejolak global. Tak hanya masif menggunakan kendaraan listrik di darat, jajaran korps laut ini mulai memodifikasi permesinan kapal perang agar mampu mengonsumsi bahan bakar nabati B50 secara optimal.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyiapkan strategi khusus untuk memangkas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam operasional di laut. TNI AL bakal mengandalkan teknologi nirawak sebagai solusi menjaga kedaulatan maritim di tengah keterbatasan energi.