
TNI AD Buka Suara Terkait Wacana 4.000 ASN jadi Komcad
TNI AD melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak buka suara terkait wacana 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) direkrut menjadi prajurit Komando Cadangan (Komcad).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

TNI AD melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak buka suara terkait wacana 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) direkrut menjadi prajurit Komando Cadangan (Komcad).

20 atlet yang berprestasi di bidang olahraga dilantik menjadi perwira TNI AD. Pelantikan dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Kamis (5/2).

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta proses seleksi masuk TNI yang harus bersih dari praktik pungutan liar.

Untuk menghadapi dinamika lingkungan strategis, termasuk tantangan perang elektronika, TNI AD akan memperkuat inovasi hasil Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Litbanghan) TNI Angkatan Darat.

Tahun ini TNI AD menargetkan akan membangun 10 hingga 15 titik jembatan per bulan di seluruh Indonesia.

TNI AD akan membangun ratusan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan sanitasi air di wilayah terdampak bencana di Sumatra.

TNI AD akan membangun 872 jembatan gantung di seluruh Indonesia. Hal ini dipastikan saat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memaparkan data kepada wartawan beberapa waktu lalu di Markas Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta setiap prajurit dan anggota keluarga besar TNI untuk menjadi jembatan kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadirkan berbagai program pemerintah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut TNI AD sudah membangun 17 Jembatan Bailey di wilayah terdampak bencana di Sumatra dari target 42 jembatan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut endapan lumpur banjir Sumatra susah dibersihkan secara manual tapi membutuhkan alat berat.