Korea Selatan (Korsel) berencana untuk mengembangkan pesawat perang elektronik sebagai bagian dari strategi pertahanan untuk menghadapi ancaman militer yang semakin berkembang dari negara tetangga, Korea Utara (Korut).
Korea Utara (Korut) mengklaim telah lakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang menggunakan bahan bakar padat. Rudal yang baru dikembangkan itu diberi nama Hwasongpho-18 dan disebut sebagai persenjataan nuklir paling kuat Korut.
Korea Utara (Korut) menembakkan rudal balistik ke arah Laut Jepang untuk pertama kalinya sejak 27 Maret, Kamis (13/4). Peluncuran tersebut memicu Jepang untuk memerintahkan warganya yang berada di Hokaido, wilayah paling utara untuk segera evakuasi beberapa menit sebelum rudal diperkirakan mendarat pada pukul 08:00 waktu setempat.
Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang mengungkapkan kekhawatiran atas aktivitas siber Korea Utara (Korut) yang semakin meningkat. Tindakan siber tersebut, diduga merupakan bagian dari strategi Korut untuk mengembangkan program nuklir.
Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang memulai latihan anti-kapal selam di wilayah Semenanjung Korea pada Senin (3/4). Latihan selama dua hari ini dilakukan untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut) yang semakin meningkat.
Amerika Serikat (AS) menuding Rusia sedang mencari tambahan senjata maupun amunisi dari Korea Utara (Korut). Persenjataan itu akan digunakan Rusia dalam konfliknya di Ukraina.
Amerika Serikat (AS) kembali mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir ke Korea Selatan (Korsel). Kedatangan jenis kapal ini merupakan yang kedua kali semenjak September tahun lalu untuk berpartisipasi dalam latihan militer menghadapi tindakan Korea Utara (Korut) yang terus melakukan serangkaian uji coba rudal.
Korea Utara (Korut) kembali menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke lepas pantai timurnya pada Senin (27/3). Peluncuran tersebut dilakukan beberapa hari setelah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menyelesaikan latma militer terbesar mereka dalam lima tahun terakhir.
Korea Utara (Korut) mengklaim bahwa milliter mereka telah berhasil melakukan uji coba sebuah drone nuklir bawah laut yang mampu menghasilkan tsunami radioaktif dan menghancurkan kapal-kapal maupun pelabuhan musuh.
Pemerintah Korea Selatan (Korsel) telah sepakat untuk mengakuisisi lebih banyak jet tempur siluman generasi kelima F-35A dan rudal kendali SM-6. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pencegahan terhadap ancaman militer Korea Utara (Korut) yang semakin berkembang.