Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan ketidakstabilan keamanan internasional. Hal ini berkaitan dengan rencana latihan militer bersama yang dilakukan antara AS dan Korsel pada 13-23 Maret di kawasan Semenanjung Korea.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-Yeol mengatakan bahwa kerja sama trilateral antara Jepang dengan Amerika Serikat (AS) harus semakin dipererat di tengah meningkatnya ancaman aktivitas nuklir Korea Utara (Korut).
Amerika Serikat (AS) menggelar latihan bilateral dengan sekutunya di Asia yaitu Korea Selatan (Korsel) dan Jepang yang melibatkan jet tempur masing-masing negara. Latma ini dilakukan setelah Korea Utara (Korut) menembakkan rudal balistik antarbenua Hwasong-15 ke arah laut lepas Jepang.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyerukan untuk memperkuat postur militer dan memperluas latihan Angkatan Bersenjata. Tujuannya adalah untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman yang semakin intensif di kawasan Semenanjung Korea.
Kim Jong Un telah memecat Pak Jong Chon, pejabat militer terkuat kedua setelahnya di Korut. Pak, jenderal bintang empat yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai Buruh dan sekretaris Komite Pusat, digantikan oleh Ri Yong Gil pada pertemuan paripurna nasional di awal tahun 2023.
Korea Selatan (Korsel) resmi membentuk sebuah divisi baru yang bertugas menghadapi ancaman dari senjata nuklir dan senjata pemusnah masal dari Korea Utara (Korut), Senin (2/1). Divisi ini dibentuk setelah Presiden Korut Kim Jong Un mengungkapkan rencana untuk meningkatkan persenjataan nuklir negaranya di tahun 2023.
Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan militer skala besar untuk mensimulasikan penembakan drone, Kamis (29/12). Latihan ini dilakukan sebagai langkah memperkuat kesiapan melawan provokasi Korea Utara (Korut).
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol menyerukan pasukan militernya untuk meningkatkan pertahanan udara yang lebih kuat. Ia menginginkan militer Korsel untuk mengembangkan pesawat nirawak siluman atau stealth drone berteknologi canggih demi memantau negara tetangganya, Korea Utara (Korut).
Korea Selatan (Korsel) menyatakan bahwa Korea Utara (Korut) meluncurkan beberapa pesawat nirawak alias drone melintasi wilayah Garis Demarkasi Militer antar Korea, Senin (26/12). Militer Korsel menanggapi hal ini dengan mengerahkan pesawat tempur dan tembakan peringatan untuk menghalau Korut.
Korea Utara (Korut) menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur, Jumat (23/12). Uji coba rudal ini dilakukan beberapa hari setelah pesawat tempur AS dan Korea Selatan (Korsel) melakukan latma di Semenanjung Korea.