Korea Selatan (Korsel) berencana untuk mengembangkan pesawat perang elektronik sebagai bagian dari strategi pertahanan untuk menghadapi ancaman militer yang semakin berkembang dari negara tetangga, Korea Utara (Korut).
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) telah sepakat untuk memperkuat kerja sama pertahanan melalui Deklarasi Washington. Melalui kesepakatan tersebut, kedua negara akan membentuk Badan Konsultatif Nuklir atau Nuclear Consultative Group (NCG) yang bertujuan untuk mencegah ancaman agresi nuklir Korea Utara (Korut).
Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang mengungkapkan kekhawatiran atas aktivitas siber Korea Utara (Korut) yang semakin meningkat. Tindakan siber tersebut, diduga merupakan bagian dari strategi Korut untuk mengembangkan program nuklir.
Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang memulai latihan anti-kapal selam di wilayah Semenanjung Korea pada Senin (3/4). Latihan selama dua hari ini dilakukan untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut) yang semakin meningkat.
Amerika Serikat (AS) kembali mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir ke Korea Selatan (Korsel). Kedatangan jenis kapal ini merupakan yang kedua kali semenjak September tahun lalu untuk berpartisipasi dalam latihan militer menghadapi tindakan Korea Utara (Korut) yang terus melakukan serangkaian uji coba rudal.
Korea Utara (Korut) kembali menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke lepas pantai timurnya pada Senin (27/3). Peluncuran tersebut dilakukan beberapa hari setelah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menyelesaikan latma militer terbesar mereka dalam lima tahun terakhir.
Amerika Serikat (AS) mengerahkan pesawat tempur miliknya untuk berpartisipasi dalam latihan bersama (latma) angkatan udara dengan Korea Selatan (Korsel). Pada hari yang sama, Korut meluncurkan uji coba rudal balistik jarak pendek ke Laut Jepang yang dilakukan untuk menanggapi latihan yang sedang berlangsung.
Pemerintah Korea Selatan (Korsel) telah sepakat untuk mengakuisisi lebih banyak jet tempur siluman generasi kelima F-35A dan rudal kendali SM-6. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pencegahan terhadap ancaman militer Korea Utara (Korut) yang semakin berkembang.
Kaskoarmada II Laksamana Pertama TNI Andi Abdul Aziz, menerima courtesy call Atase Pertahanan (Athan) Korea Selatan Kolonel Lee Judeok di Surabaya. Kamis (2/3).
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-Yeol mengatakan bahwa kerja sama trilateral antara Jepang dengan Amerika Serikat (AS) harus semakin dipererat di tengah meningkatnya ancaman aktivitas nuklir Korea Utara (Korut).