Perairan Laut Jawa mendadak tegang saat sejumlah kapal perang TNI AL menghadapi serangan udara mendadak. Pesawat Beechcraft G-36 Bonanza milik Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) melakukan manuver "provokatif" untuk menguji kesiagaan jajaran armada tempur Komando Armada (Koarmada) II.
Rotasi kepemimpinan kembali bergulir di jajaran satuan elite TNI AL. Dua kapal selam andalan bernaung di bawah Komando Armada (Koarmada) II, yakni KRI Nagapasa-403 dan KRI Alugoro-405, resmi berganti nakhoda.
KRI Prabu Siliwangi-321 resmi memperkuat jajaran TNI AL usai menempuh pelayaran lintas samudra selama 44 hari dari Italia. Kapal perang kelas PPA (Pattugliatore Polivalente d'Altura) ini dipastikan bakal bermarkas di Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya.
Pemandangan menarik menghiasi perairan perbatasan Indonesia-Filipina. Kapal perang TNI AL, KRI Selar-879, melakukan manuver taktis beriringan dengan kapal penjaga pantai Filipina (Philippine coast guard).
KRI Karel Satsuit Tubun-356, menunjukkan kemampuannya dalam menjaga wilayah udara di atas laut Indonesia. Kapal ini melakoni simulasi tingkat tinggi untuk membedakan apakah pesawat yang mendekat adalah kawan atau ancaman nyata bagi kedaulatan negara.
TNI AL terus memperkuat “saraf” bawah lautnya dengan teknologi canggih. Kali ini, tiga kapal perang pemburu ranjau milik Komando Armada (Koarmada) II menguji kebolehan robot bawah laut untuk memastikan perairan Indonesia bersih dari ancaman bahan peledak.
Komando Armada (Koarmada) II terus mematangkan strategi tempur demi meningkatkan profesionalisme prajurit. Salah satu langkah kuncinya adalah menguji konsep rencana operasi komando tugas gabungan amfibi (kogasgabfib) sebagai persiapan latihan operasi pertahanan pantai (latopshantai) 2025.
Konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina menjadi materi studi serius bagi TNI AL. Jajaran Komando Armada (Koarmada) II kini membedah secara mendalam taktik pertempuran di Laut Hitam untuk memperkuat strategi operasi laut Indonesia.
Kapal layar tiang tinggi kebanggaan TNI AL, KRI Dewaruci, resmi meninggalkan markas lamanya di Surabaya. Sang legenda maritim ini mengangkat jangkar dan berlayar menuju Jakarta untuk menjalani prosesi alih bina dari Koarmada II ke Koarmada I.