Akhir Januari 2026 menjadi penanda penting bagi sejarah pertahanan udara Indonesia. Gelombang pertama jet tempur Dassault Rafale pesanan Indonesia dijadwalkan tiba di Tanah Air, membuka babak baru modernisasi alutsista TNI Angkatan Udara dengan kehadiran pesawat tempur Omnirole Fighter generasi 4.5 buatan Prancis.
Ada yang berbeda dalam demo udara peringatan HUT ke-81 RI tahun ini. Untuk pertama kalinya alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru TNI Angkatan Udara (TNI AU), Rafale dan A400M, bakal tampil di langit Jakarta bersama sejumlah pesawat tempur, pesawat angkut, serta helikopter milik TNI-Polri pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyempatkan meninjau Skadron Udara 12 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (6/8), setelah acara Latihan Terintegrasi TNI 2026.
Skadron Udara 12 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, akan menyiapkan setidaknya 12 penerbang atau pilot untuk Rafale, jet tempur terbaru TNI AU.
Deretan alutsista modern untuk meningkatkan kesiapan tempur sekaligus menjaga wilayah kedaulatan udara Indonesia dipamerkan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5).
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono mengatakan, jet tempur Rafale akan tiba di Tanah Air pada Februari atau Maret tahun depan.
Imbas dari pecahnya konflik antara Pakistan dan India salah satunya adalah berhasil dilumpuhkannya jet tempur Rafale buatan Prancis milik India oleh jet tempur J-10C buatan Cina milik Pakistan.