
5 Negara Bersedia Kirim Prajurit untuk ISF, TNI Ditunjuk jadi Wakil Komandan
Lima negara bersedia mengirim prajurit mereka sebagai pasukan stabilisasi internasional (ISF) untuk Jalur Gaza, Palestina.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Lima negara bersedia mengirim prajurit mereka sebagai pasukan stabilisasi internasional (ISF) untuk Jalur Gaza, Palestina.

Palestina mengecam tindakan Israel yang terus melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan di Jalur Gaza, yang menewaskan 14 warga Palestina.

Kementerian Pertahanan RI memastikan komunikasi dengan seluruh pihak terkait terus terjalin di tengah persiapan TNI menjadi bagian dari pasukan stabilisasi internasional (ISF) di Jalur Gaza, Palestina.

Otoritas Hamas Osama Hamdan menanggapi rencana pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) di Jalur Gaza, termasuk oleh Indonesia.

Kementerian Pertahanan RI menyatakan bahwa pasukan TNI disiapkan untuk stabilisasi di Jalur Gaza, Palestina. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait membantah bahwa TNI akan dikerahkan untuk melucuti senjata Hamas.

Komisi I DPR RI menyoroti rencana pengiriman sekitar 8.000 pasukan TNI ke Jalur Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel terus melakukan serangan udara dan agresi di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, di tengah kesepakatan gencatan senjata yang memasuki tahap kedua.

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mengatakan, rencana pengirim pasukan perdamaian atau pasukan stabilisasi internasional (ISF) ke Jalur Gaza, Palestina, masih dalam perundingan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menanggapi kembali terjadinya serangan Israel ke Jalur Gaza di tengah telah dibentuknya Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace).

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memastikan pengerahan pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina, menggunakan biaya sendiri.