
Sebanyak 40 Negara UNIFIL Kecam Serangan Israel
40 negara yang berkontribusi pada pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan Israel yang melukai beberapa prajurit.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

40 negara yang berkontribusi pada pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan Israel yang melukai beberapa prajurit.

Kepala Urusan Politik PBB, Rosemary DiCarlo memperingatkan bahwa situasi di Lebanon sudah sangat mengkhawatirkan dan mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan udara sekaligus menarik pasukan dari wilayah tersebut.

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan tank Merkava Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) yang melukai dua prajurit TNI di UNIFIL, pada Kamis (10/10).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto membenarkan dua prajurit TNI di UNIFIL terluka terkena serangan Israel, Kamis (10/10).

Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) melaporkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melakukan serangan terhadap markas pasukan tersebut, yang menyebabkan dua prajurit terluka pada Kamis

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara melalui telepon membahas ketegangan dengan Iran. Sementara, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant bertekad bahwa pihaknya akan membalas Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi memperingatkan Israel agar tidak melakukan serangan terhadap Teheran, karena Iran tidak segan untuk membalas dengan 'lebih kuat'.

Houthi, kelompok milisi yang pro-Iran mengklaim telah meluncurkan dua rudal ke Jaffa, kota di Israel bagian tengah dalam memperingati setahun perang di Gaza.

Israel gelar serangkaian acara memorial dan unjuk rasa untuk memperingati setahun serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu invasi Israel dan perang di Gaza hingga kini.

Kepala Badan PBB Urusan Pengungsi (UN High Commissioner for Refugees/UNHCR) Filippo Grandi mengatakan bahwa serangan Israel di Lebanon telah melanggar hukum humaniter internasional.