Jakarta, IDM โย Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi memperingatkan Israel agar tidak melakukan serangan terhadap Teheran, karena Iran tidak segan untuk membalas dengan ‘lebih kuat’.
“Kami merekomendasikan rezim Zionis (Israel) untuk tidak menguji Republik Islam Iran. Jika ada serangan terhadap negara kami, respons kami akan lebih kuat,” kata Araqchi melansir Reuters, Selasa (8/10).
“Musuh-musuh kita tahu target seperti apa di dalam Rezim Zionis (Israel) yang berada dalam jangkauan kita,” tegasnya.
Baca Juga:ย Setahun Perang di Gaza, Hamas Luncurkan Roket ke Israel
Sementara, Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad disebut telah mengunjungi fasilitas minyak di Pulau Kharg, di tengah kekhawatiran Israel akan menyerang fasilitas tersebut. โAngkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam memainkan peran penting dalam keamanan fasilitas minyak dan gas,โ kata Paknejad.
Pada Selasa (1/10), Iran menyerang Israel dengan hampir 200 rudal, yang diklaim untuk mempertahankan diri dan dilakukan sesuai dengan ketentuan PBB. Serangan itu dilakukan usai kematian dua pemimpin pro-Iran, yakni pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.
Baca Juga:ย Houthi Tembakkan Dua Rudal ke Israel
Araghchi pun pernah menekankan bahwa Iran tidak akan meluncurkan serangan rudal lainnya kecuali Israel memilih untuk membalas.
“Kami melakukannya setelah menahan diri selama hampir dua bulan, untuk memberi ruang bagi gencatan senjata di Gaza. Tindakan kami selesai kecuali rezim Israel memutuskan untuk melakukan pembalasan lebih lanjut. Dalam skenario itu, respons kami akan lebih kuat dan lebih dahsyat,” katanya melalui platform X. (bp)