
935 Orang Tewas akibat Serangan Israel ke Iran
Pemerintah Iran melaporkan bahwa 935 orang tewas akibat serangan Israel ke berbagai wilayah Iran dalam konflik selama 12 hari. Korban tewas termasuk 132 wanita dan 38 anak-anak.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Pemerintah Iran melaporkan bahwa 935 orang tewas akibat serangan Israel ke berbagai wilayah Iran dalam konflik selama 12 hari. Korban tewas termasuk 132 wanita dan 38 anak-anak.

Iran kembali menekankan tidak akan pernah berhenti mengembangkan program pengayaan energi nuklir karena ditujukan untuk kepentingan sipil bersifat damai, yang sesuai dengan perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT).

Menteri Pertahanan Prancis Sebastien Lecornu mengatakan bahwa negaranya turut ambil bagian dalam upaya menghentikan drone Iran yang menargetkan Israel sebelum gencatan senjata dimulai pada Selasa (24/6).

Parlemen Iran sepakat untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA, badan pengawas nuklir PBB, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berupaya meyakinkan Qatar bahwa serangan rudal Iran terhadap Pangkalan Al-Udeid ditujukan terhadap Amerika Serikat (AS), bukan untuk memperluas konflik ke Doha.

Saat ini dunia sedang dihadapi beberapa konflik yang beberapa di antaranya adalah konflik Rusia-Ukraina, serangan militer di Gaza hingga Iran-Israel yang menyebabkan ketegangan geopolitik di dunia.

Prof. Hikmahanto Juwana, pengamat hubungan internasional mengatakan bahwa serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap tiga situs nuklir Iran yakni di Fordow, Isfahan dan Nanatz pada Sabtu (21/Juni) malam waktu setempat, ilegal dan dapat memicu meluasnya eskalasi konflik.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa negaranya tidak berperang dengan negara Iran melainkan dengan program nuklirnya. Hal itu ia ungkapkan usai AS meluncurkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir Iran pada beberapa waktu lalu.

Dampak dari eskalasi perang antara Iran dan Israel, pemerintah memprioritaskan perlindungan terhadap WNI di negara-negara Timur Tengah segera menyiapkan rencana kontijensi dan evakuasi.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan perlindungan WNI di negara-negara Timur Tengah begitu Amerika Serikat (AS) ikut menyerang Iran.