Anggota biro politik Hamas Bassem Naim mengatakan bahwa pihaknya siap untuk gencatan senjata di Gaza dan mendesak presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menekan Israel agar mengakhiri agresi.
Israel mengklaim telah menewaskan seorang komandan Hamas yang terlibat dalam serangan pada 7 Oktober 2023 di Israel, yang juga merangkap sebagai staff Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Jalur Gaza.
Hamas meluncurkan serangkaian roket ke Tel Aviv pada Senin (7/10), bertepatan pada peringatan satu tahun perang di Gaza yang menewaskan lebih dari 41 ribu orang.
Israel gelar serangkaian acara memorial dan unjuk rasa untuk memperingati setahun serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu invasi Israel dan perang di Gaza hingga kini.
Hamas mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melaksanakan gencatan senjata dengan Israel di Gaza berdasarkan proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tanpa tambahan syarat baru dari pihak mana pun.
Perundingan gencatan senjata Gaza akan dilanjutkan pada Minggu depan guna mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hamas serta membebaskan para tawanan perang.
Israel dan Hamas hingga kini belum menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar, Mesir dan Amerika Serikat (AS), sementara korban warga Palestina yang tewas terus bertambah menjadi lebih dari 40.000 jiwa.
Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa kelompoknya kehilangan kepercayaan pada kemampuan Amerika Serikat (AS) memediasi gencatan senjata di Gaza.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat akibat serangkaian serangan terhadap para pemimpin Hamas, sekaligus menambah daftar panjang pembunuhan yang dikaitkan dengan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengatakan siap untuk segera melaksanakan perintah pemimpin tertinggi Ali Khamenei untuk menghukum Israel atas pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.
Amerika Serikat (AS) berencana mengerahkan pesawat tempur dan kapal perang Angkatan Laut tambahan ke Timur Tengah, usai ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.
Pemerintah Iran tidak berniat untuk memperburuk ketegangan regional khususnya di Timur Tengah tetapi Israel harus dihukum untuk mencegah ketidakstabilan lebih lanjut.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendeklarasikan hari Jumat (2/8), sebagai hari berkabung nasional atas pembunuhan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh.