
Perundingan Gencatan Senjata Gaza akan Dilanjut Minggu Depan
Perundingan gencatan senjata Gaza akan dilanjutkan pada Minggu depan guna mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hamas serta membebaskan para tawanan perang.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Perundingan gencatan senjata Gaza akan dilanjutkan pada Minggu depan guna mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hamas serta membebaskan para tawanan perang.

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa kelompoknya kehilangan kepercayaan pada kemampuan Amerika Serikat (AS) memediasi gencatan senjata di Gaza.

Prancis, Jerman, dan Inggris menyerukan perundingan gencatan senjata segera di Gaza sekaligus memperingatkan Iran dan sekutunya agar tidak memperparah konflik di wilayah Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada 40 personel tenaga kesehatan (nakes) TNI yang akan berangkat untuk misi kemanusiaan Gaza di Ruang Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Kemhan, Jakarta, Rabu (7/8).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres, mengecam situasi yang tidak membaik di Gaza, usai Israel kembali meluncurkan serangan skala besar ke wilayah tersebut.

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa puing-puing bangunan yang hancur akibat perang di Gaza diperkirakan mencapai 40 juta ton dan butuh setidaknya 15 tahun untuk membersikan seluruh kerusakan tersebut.

Perwakilan tetap Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengkritik proposal gencatan senjata tiga tahap di Gaza, dengan menyebutnya tidak memiliki langkah konkrit dan rinci untuk diimplementasikan.

Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan lebih dari 10.000 bom seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) ke Israel dan ribuan rudal Hellfire sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober tahun lalu.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan pihaknya siap memenuhi kebutuhan personel dan alutsista untuk misi perdamaian ke Gaza, Palestina.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa kekacauan dan 'keadaan tanpa hukum' di Gaza telah menghambat distribusi bantuan kemanusiaan. Itulah sebabnya gencatan senjata harus segera dilakukan.