Jakarta, IDM โย Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres, mengecam situasi yang tidak membaik di Gaza, usai Israel kembali meluncurkan serangan skala besar ke wilayah tersebut.
Khususnya, Guterres menyoroti langkah-langkah administratif dan hukum yang dilakukan Israel untuk mengubah geografi Tepi Barat, Palestina. Menurutnya, perluasan permukiman ilegal di wilayah itu berpotensi mengaburkan prospek solusi dua negara.
Dilansir dari Un.org, Kamis (18/7), hal itu diungkapkan Guterres melalui surat yang dibaca oleh kepala staf nya, Courtenay Rattray, di forum Dewan Keamanan (DK) PBB pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga:ย Rusia Sebut Keanggotaan Ukraina di NATO Sebagai Bentuk โDeklarasi Perangโ
“Perkembangan terkini semakin mempertaruhkan prospek solusi dua negara. Geografi Tepi Barat yang diduduki terus diubah melalui langkah-langkah administratif dan hukum Israel,” katanya.
Menurutnya, perampasan bidang tanah yang luas di kawasan strategis tersebut bertujuan untuk mempercepat perluasan pendudukan Israel secara signifikan.
“Itu merupakan langkah lebih lanjut menuju perluasan kedaulatan Israel atas wilayah pendudukan. Jika tidak diatasi, tindakan ini berisiko menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki,” imbuhnya.
“Permukiman Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan hambatan utama bagi perdamaian,” tambahnya.
Baca Juga:ย Ukraina dan Rusia Bertukar 190 Tawanan Perang
Ia pun menekankan, upaya mediasi oleh Mesir, Qatar dan Amerika Serikat untuk gencatan senjata dan membebaskan para sandera harus terus berlanjut.
โPara pihak harus mencapai kesepakatan sekarang. Situasi kemanusiaan di Gaza merupakan noda moral bagi kita semua,โ tegasnya.
Sejak konflik pecah pada 7 Oktober tahun lalu, Kementrian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sekitar 38.800 warga Palestina tewas dan lebih dari 89.100 lainnya terluka. (bp)