Filipina kembali memprotes tindakan agresif yang dilakukan Penjaga Pantai Cina berupa penyerangan menggunakan meriam air dan melukai tiga awak Kapal Unaizah 4 May di Laut Cina Selatan pada beberapa waktu lalu.
Amerika Serikat (AS) meneguhkan komitmen pada Filipina untuk terus memberi dukungan termasuk di bidang pertahanan, di tengah meningkatnya ketengan dengan Cina.
Cina mengatakan Filipina mengabaikan usulan yang diajukannya untuk menangani perselisihan terkait klaim tumpang tindih di Laut Cina Selatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pengamat militer Tasha Imansyah mengungkapkan jika Laut Cina Selatan masih berpotensi eskalasi. Terlebih, belum lama ini sempat terjadi insiden tabrakan kapal antara penjaga pantai Filipina dan penjaga pantai Cina di perairan dekat karan Ren’ai Jiao Laut Cina Selatan pada Selasa (5/3).
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr telah menyetujui tahap ketiga modernisasi militer, yang mencakup pembelian kapal selam pertama Filipina, untuk mempertahankan kedaulatan maritim di Laut Cina Selatan.
Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro mengatakan bahwa pihaknya akan mengirim Angkatan Bersenjata untuk menjamin eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam secara damai di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Laut Filipina Barat.
Filipina dan Kanada menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama pertahanan pada beberapa waktu lalu. Kerja sama itu disebut merupakan awal dari mempererat hubungan bilateral militer antara keduanya.
Penasihat Keamanan Nasional Filipina Eduardo Ano mengatakan bahwa pihaknya tetap terbuka untuk melakukan diskusi diplomatik dengan Cina dalam menciptakan resolusi sengketa Laut Cina Selatan.
Cina akan melakukan patroli gabungan rutin yang melibatkan angkatan laut dan udara di Laut Cina Selatan. Hal ini dilakukan untuk mempertegas kekuatan Cina yang mengklaim wilayah perairan tersebut.
Juru Bicara Militer Filipina Medel Aguilar menegaskan bahwa pihaknya tidak memprovokasi konflik di Laut Cina Selatan. Hal itu disampaikan dalam menanggapi tuduhan Cina yang dialamatkan sebelumnya.
Cina kembali tekankan komitmen untuk menjaga kedaulatan wilayah di Laut Cina Selatan dan memperingatkan Filipina agar berhenti melakukan tindakan provokatif atau akan direspons dengan tegas.
Tim Satgas Natal dan Tahun Baru jajaran TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tahuna, berhasil menggagalkan penyelundupan sejumlah barang ilegal dari Filipina yang akan masuk ke wilayah Indonesia melalui Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi menyerukan agar Filipina memperbaiki 'kesalahan' terkait klaim di Laut Cina Selatan. Ia memperingatkan bahwa pihaknya akan bertindak tegas jika dibutuhkan demi membela diri.
Filipina mengatakan bahwa ratusan kapal milisi Cina berkerumun di salah satu wilayah di Laut Cina Selatan, yang termasuk dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) dalam beberapa waktu terakhir.
Filipina telah membangun pos penjaga pantai baru di pulau Thitu yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Tujuannya untuk meningkatkan pemantauan kapal dan pesawat di wilayah tersebut.