
AS Sebut Pertemuan dengan Iran Mungkin Berlangsung dalam Waktu Dekat
Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff menyatakan bahwa pertemuan dengan Iran kemungkinan akan terwujud dalam waktu dekat.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff menyatakan bahwa pertemuan dengan Iran kemungkinan akan terwujud dalam waktu dekat.

Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah. Hal itu dilakukan guna memberi Presiden AS Donald Trump lebih banyak opsi militer di tengah konflik dengan Iran.

Iran membantah telah menggelar perundingan dengan Amerika (AS). Hal itu diungkapkan menepis pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim bahwa "percakapan yang sangat baik dan produktif" telah berlangsung untuk mengakhiri perang.

Presiden AS Donald Trump meyakini bahwa Iran telah melemah sehingga ia tidak ingin gencatan senjata untuk mengakhiri konflik dengan Iran.

Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) menentang serangan gabungan dengan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Mereka berpendapat bahwa serangan itu lebih menguntungkan Israel daripada AS.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini sedang "gigit jari". Rencananya membentuk koalisi militer internasional untuk mengamankan Selat Hormuz justru mendapat respons dingin dari para sekutu dekatnya. Hingga saat ini, sedikitnya ada enam negara besar yang secara terang-terangan menolak atau masih "jual mahal" terhadap permintaan Washington.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal kuat untuk menyambung kembali komunikasi dengan pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong Un. Kabar ini mencuat setelah Trump menggelar pertemuan mendadak dengan Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel), Kim Min-seok di Gedung Putih, Kamis (13/3) waktu setempat.

Amerika Serikat dibayangi penyusutan stok senjata dan ketidakpastian pergantian rezim Iran setelah Negeri Paman Sam memutuskan menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Peringatan itu setidaknya yang disampaikan intelijen dan senator AS.

Pesiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menutup pintu damai rapat-rapat bagi Iran. Di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menegaskan tidak punya niat sedikit pun untuk bernegosiasi dengan Teheran dan ingin menghabisi militer serta pemimpin negara itu sampai akar-akarnya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Dewan Sementara Iran telah memutuskan untuk berhenti meluncurkan serangan rudal ke negara-negara tetangga kecuali serangan tersebut berasal dari wilayah mereka.