
Bertemu Putin, Presiden Cina Tekankan Pentingnya Dunia Multipolar
Presiden Cina Xi Jinping menekankan pentingnya dunia multipolar saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, Rabu (20/5).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Presiden Cina Xi Jinping menekankan pentingnya dunia multipolar saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, Rabu (20/5).

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa hubungan bilateral negaranya dan Cina telah mencapai "tingkat yang belum pernah terjadi", yang berdasarkan atas kepercayaan dan komitmen saling mendukung.

Presiden Cina Xi Jinping mengatakan bahwa pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing meningkatkan kepercayaan antarnegara. Keduanya juga telah mencapai "pemahanan bersama" dalam pertemuan bersejarah tersebut.

Pertemuan antara Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Beijing pada Kamis (14/5), yang berlangsung sekitar dua jam, mencakup beberapa isu termasuk Taiwan dan Selat Hormuz.

Juru bicara Kemlu Cina Guo Jiakun Cina membantah bahwa Beijing mendukung Iran dalam memproduksi rudal, di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS).

Pakistan, selaku mediator, menyatakan optimis bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera mencapai kesepakatan. Hal itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengunjungi beberapa negara termasuk Cina.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Cina Wang Yi di Beijing pada Rabu (6/5). Pertemuan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa ia telah berpesan pada Presiden Cina Xi Jinping untuk tidak memasok senjata kepada Iran.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina Wang Yi mengatakan bahwa pihaknya bersedia untuk terus bekerja sama dengan Rusia dalam kerangka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Taiwan menolak tawaran Cina untuk reunifikasi guna menjamin keamanan energi di tengah konflik Timur Tengah yang terus berkecamuk.