
Konflik dengan AS-Israel Terus Berkecamuk, Iran Tangkap 500 Orang Terduga Spionase
Iran mengamankan sekitar 500 orang yang diduga melakukan spionase dan berbagi informasi dengan pihak asing di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Iran mengamankan sekitar 500 orang yang diduga melakukan spionase dan berbagi informasi dengan pihak asing di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, kembali mengevakuasi 150 teknisi yang bertugas di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran. Hal ini dilakukan di tengah konflik yang terus berkecamuk antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Korea Utara (Korut) mendukung pilihan Iran atas pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei. Ia ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas selama serangan AS-Israel di Teheran.

Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menekankan pentingnya langkah cepat sekaligus terukur dari pemerintah dalam mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran menyusul eskalasi perang antara Israel-Amerika Serikat melawan Iran yang terus meningkat.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026.

Proses pemilihan suksesor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan ditunda.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa Israel berencana untuk menyerang Iran. Sehingga, AS menyerang lebih dulu guna menekan kerugian dan jumlah korban jiwa.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta, mengecam keras agresi militer yang dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu pagi waktu setempat.

Gejolak konflik di Timur Tengah kembali menempatkan dunia pada fase ketidakpastian yang serius. Eskalasi yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat menandai pergeseran penting dalam politik global.

Iran kemungkinan dapat memilih pemimpin tertinggi baru dalam satu atau dua hari. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di tengah masa berkabung 40 hari setelah pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel.