
AS-Iran akan Lakukan Perundingan Pascapemakaman Khamenei
Amerika Serikat (AS) dan Iran diperkirakan akan kembali menggelar perundingan tatap muka di Doha, Qatar pada minggu ketiga bulan ini.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Amerika Serikat (AS) dan Iran diperkirakan akan kembali menggelar perundingan tatap muka di Doha, Qatar pada minggu ketiga bulan ini.

Cina mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk melanjutkan perundingan hingga mencapai solusi komprehensif atas konflik antara mereka.

Delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya melakukan perundingan putaran pertama di Swiss, yang berakhir pada Senin (22/6) dini hari waktu setempat.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Swiss menyatakan bahwa perundingan antara Amerika Serikat (AS)-Iran yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini dibatalkan.

Badan pengawas nuklir PBB atau International Atomic Energy Agency (IAEA) mengatakan bahwa mereka siap untuk mulai menentukan "langkah-langkah konkret" yang diperlukan untuk mengimplementasikan Nota Kesepahaman (MoU) Amerika Serikat (AS)-Iran.

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran bukan hanya membawa harapan bagi stabilitas Timur Tengah, tetapi juga memberikan ruang strategis bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Swiss mengatakan bahwa pertemuan antara delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran akan tetap berlangsung sesuai rencana di resor puncak gunung Swiss, Buergenstock pada Jumat (19/6).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan telah diraih, yang dapat mendorong penyelesaian konflik dengan Iran.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan berbincang melalui telepon mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk upaya menekan konflik AS-Iran.

Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing pada 19 Mei mendatang selama dua hari. Hal ini dilakukan menyusul pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Xi Jinping, Kamis (14/5).