Ukraina terus mengalami kekurangan amunisi dan sistem pertahanan udara yang memberikan dampak buruk di medan tempur. Bahkan, kondisi itu akan memberi keuntungan signifikan bagi pasukan Rusia.
Pemerintahan Biden berencana untuk menambah bantuan militer senilai $425 juta untuk Ukraina. Bantuan itu termasuk amunisi dan rudal anti-drone, yang akan difokuskan untuk serangan balik di wilayah bagian selatan.
Pejabat militer NATO memperingatkan bahwa persediaan amunisi Eropa semakin menipis karena sekutu Barat terus mengirimkan bantuan militer dalam jumlah besar ke Ukraina untuk menangkis serangan Rusia.
Amerika Serikat (AS) telah mengirim lebih dari 1 juta amunisi yang disita dari Iran ke Ukraina. Amunisi itu disebut sitaan dari kapal Iran yang akan dikirim kelompok teroris Houthi di Yaman.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Israel memutuskan untuk membeli puluhan ribu peluru artileri 155 mm dari industri pertahanan Elbit Systems. Akuisisi senilai lebih dari $60 juta itu akan membuat Israel memiliki persediaan amunisi yang cukup di tengah permintaan global tinggi akibat perang di Ukraina.
Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska) TNI AL melaksanakan penyelaman untuk mengindentifikasi temuan ribuan amunisi yang diduga dari kapal perang tenggelam bekas Perang Dunia II di Perairan Cilacap, Kamis (20/7).
PT Pindad memberikan sejumlah bantuan alat instruksi (alins) kepada Akademi Militer (Akmil) TNI, Senin (17/7). Bantuan tersebut bakal digunakan untuk kegiatan latihan para taruna Akmil.
Jelang purna tugas, Satgas Pamtas Yonarmed 5/Pancagiri (PG) kembali mendapatkan belasan senjata api rakitan dan munisi yang diserahkan warga Kampung Binaan personel Pos Long Apari Kampung Noha Tivab, Kec Long Apari, Kab. Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Selasa (18/7).
Pangkalan TNI AL (Lanal) Cilacap mengamankan ribuan amunisi yang diduga berasal dari kapal perang yang tenggelam pada Perang Dunia II di alur perairan dermaga PT SBI, Desa Bonsayur, Sabtu (15/7).
Dokumen intelijen Amerika Serikat (AS) yang bocor di media sosial menyebutkan bahwa Mesir membatalkan kesepakatan dengan Rusia dan memilih untuk menjual puluhan ribu peluru artileri 152mm dan 155mm ke Ukraina setelah melakukan negosiasi dengan otoritas AS.