TNI Angkatan Udara (TNI AU) mendukung upaya pemulihan pasokan listrik di Provinsi Aceh dengan mengerahkan lima pesawat angkut C-130 Hercules dan C-130J Super Hercules untuk mendistribusikan 1.000 unit genset ke wilayah terdampak bencana.
KRI Semarang-594 milik TNI AL sandar di Belawan, Sumatra Utara, Jumat (26/12), membawa berbagai bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat.
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan terus bergerak dalam penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Salah satu langkah nyata adalah pemasangan mesin penjernih air di Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Sumatra Utara, yang menjadi titik pengungsian korban banjir.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah membantu mendistribusikan sebanyak 600 ton bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
TNI menyatakan akan mengutamakan pendekatan dialog untuk meredam potensi konflik di Aceh. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menyikapi berita yang beredar belakangan ini.
Sebanyak 214 personel gabungan TNI–Polri diterjunkan untuk merazia bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dikibarkan saat konvoi oleh sekelompok orang di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Perdamaian Aceh bukanlah peristiwa sesaat yang jatuh dari langit, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh pengorbanan. Nilai perdamaian ini ditebus dengan ribuan nyawa dan air mata selama puluhan tahun konflik bersenjata yang melelahkan. Karena itu, setiap kemunculan kembali simbol-simbol konflik lama harus dibaca dengan pikiran jernih, waspada, dan penuh tanggung jawab.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan seluruh kementerian dan lembaga negara agar tidak mengambil libur dan tetap fokus penuh menangani bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.
TNI dari Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda (IM) terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.