HANKAM

Pangkoarmada RI: Port Visit ke Pasifik Selatan Uji Kemampuan KRI Wahidin

Pangkoarmada
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 bertolak dari dermaga Kolinlamil, Jakarta, Rabu (9/10) menuju empat negara di kawasan Pasifik Selatan. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkapkan pelayaran muhibah dan diplomasi ke empat negara di Pasifik Selatan, sebagai uji kemampuan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991.

Adapun KRI Wahidin Sudirohusodo merupakan kapal bantu rumah sakit milik TNI AL yang resmi dikukuhkan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana (Purn) Yudo Margono, pada Mei 2022 lalu.

Saat ini, KRI Wahidin Sudirohusodo memperkuat armada angkatan laut di wilayah timur, yakni di bawah Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada III.

Baca Juga: Kopaska Pertajam Kemampuan Infiltrasi Bawah Laut dengan Selam Tempur

"Tujuan (port visit) sekaligus memperkenalkan kapal perang jenis bantu rumah sakit, karena kita ingin mencoba menguji kemampuan dari kapal ini (KRI Wahidin) ke beberapa negara (di Pasifik Selatan)" ujar Denih kepada awak media, di Jakarta, Rabu (9/10).

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991
(IDM/Faisal Ramadhan)

Nantinya, KRI Wahidin Sudirohusodo akan menempuh pelayaran selama 48 hari ke Fiji, Solomon, Vanuatu, dan Papua Nugini. Denih mengatakan, kegiatan satuan tugas (satgas) port visit untuk muhibah dan diplomasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan ke negara-negara di Pasifik Selatan.

Baca Juga: Guspurla Koarmada II Gelar Rapat Kesiapan MNEK 2025 Bali

"Ini yang pertama karena kemampuan kita sebelumnya belum punya kapal sebesar ini, nah sekarang kita sudah bisa sehingga ini salah satu kebanggaan kita bersama untuk KRI Wahidin yang kita tunjuk untuk tugas ke empat negara di Pasifik Selatan ini," kata Denih.

Port visit untuk pelayaran muhibah dan diplomasi ke empat negara di Pasifik Selatan adalah kerja sama TNI AL dan Kementerian Pertahanan. KRI Wahidin Sudirohusodo yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Arief Prasetyo Irbianto ini membawa 141 awak kapal serta 36 personel staf satgas, terdiri dari penyelam, tim pengamanan, dokter umum dan spesialis hingga pelajar dari Papua.

"Kita juga menggandeng Kementerian Kesehatan untuk memuat bantuan berupa obat-obatan yang akan diberikan ke setiap negara yang disinggahi," tambahnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.