Senin, 31 Maret 2025

Mudik Gratis Naik Kapal Perang, TNI AL: Kapal Ini Punya Rakyat, Bukan Punya Kami

Jakarta, IDM โ€“ Komandan KRI Banjarmasin-592 Kolonel Laut (P) Yohanes B. Cahyono mengatakan kegiatan mudik gratis yang diluncurkan TNI AL melalui KRI-592 Banjarmasin merupakan bentuk nyata pelayanan TNI dari rakyat untuk rakyat.

“Kalau lihat di haluan kapal ini, di situ ada plat kuning kecil itu, itu tulisan berapa duit rakyat dari pajak negara yang dibuat untuk membuat kapal ini. Jadi kapal ini punya mereka. Kapal ini punya mereka, bukan punya kita. Kapal ini ada karena masyarakat, karena rakyat,” kata Yohanes kepada Indonesia Defense Magazine, saat mengantarkan para pemudik menuju kampung halaman mereka di Semarang dan Surabaya, Kamis, (27/3/2025).

Yohanes menambahkan bahwa TNI hadir hanya sebagai pengawal, bukan mengatur, melarang-larang, membatasi masyarakat menggunakan alutsista seperti KRI yang dibeli mereka sendiri.

Baca Juga: Serda Kamir Masak Ribuan Kilogram Beras untuk Pemudik di KRI 592 Banjarmasin

“Jadi apabila mereka kita rasa masih dalam koridor keamanan, koridor kesopanan, koridor hal-hal yang bisa kita mengerti, itu masih kita bisa tolerin. Sehingga saya membebaskan mereka menggunakan fasilitas di Kapal ini,” kata Yohanes.

Ia juga menyebut bahwa TNI AL sudah memiliki prosedur keselamatan jika sewaktu-waktu ada penumpang yang sakit berat atau lainnya.

Kolonel Laut (P) Yohanes B. Cahyono.
(IDM/Faisal Ramadan)

“Masyarakat belum terbiasa berada di kapal perang, dan otomatis kita harus mengedukasi, harus mengayomi, dan harus menjaga. Nah, di situlah seninya. Dan jika terpaksa menegur tetap dengan cara yang humanis dan cara yang lebih bisa diterima dan tidak menimbulkan kesan buruk,” kata Yohanes.

Baca Juga: TNI Temukan Lahan Ganja di Pedalaman Papua Saat Patroli Wilayah Perbatasan

Lebih lanjut prosedur keselamatan ini kata Yohanes memang harus disiapkan dengan baik, terutama sistem keselamatan. Animo masyarakat yang mencapai sekitar 1600 peserta, maka keamanan dan keselamatan pemudik menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan kapal.

Oleh karena itu kesiapan kondisi teknis terkait dengan keselamatan kapal ataupun alat-alat keselamatan yang berada di atas kapal, adalah sesuatu yang formal.

“Jadi, kita siapkan, satu, tenaga medis. Yang kedua, ruang penanganan darurat. Yang ketiga, ruang perawatan. Yang keempat, kita siapkan jadwal evakuasi internal dan eksternal. Internal itu bagaimana cara membawa korban ke ruang perawatan darurat,” tutup Yohanes. (rr)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer