HANKAM

Mudik Gratis Naik Kapal Perang, TNI AL: Kapal Ini Punya Rakyat, Bukan Punya Kami

Komandan KRI Banjarmasin-592 Kolonel Laut.
Komandan KRI Banjarmasin-592 Kolonel Laut (P) Yohanes B. Cahyono. (IDM/Faisal Ramadan)

Jakarta, IDM – Komandan KRI Banjarmasin-592 Kolonel Laut (P) Yohanes B. Cahyono mengatakan kegiatan mudik gratis yang diluncurkan TNI AL melalui KRI-592 Banjarmasin merupakan bentuk nyata pelayanan TNI dari rakyat untuk rakyat.

"Kalau lihat di haluan kapal ini, di situ ada plat kuning kecil itu, itu tulisan berapa duit rakyat dari pajak negara yang dibuat untuk membuat kapal ini. Jadi kapal ini punya mereka. Kapal ini punya mereka, bukan punya kita. Kapal ini ada karena masyarakat, karena rakyat," kata Yohanes kepada Indonesia Defense Magazine, saat mengantarkan para pemudik menuju kampung halaman mereka di Semarang dan Surabaya, Kamis, (27/3/2025).

Yohanes menambahkan bahwa TNI hadir hanya sebagai pengawal, bukan mengatur, melarang-larang, membatasi masyarakat menggunakan alutsista seperti KRI yang dibeli mereka sendiri.

Baca Juga: Serda Kamir Masak Ribuan Kilogram Beras untuk Pemudik di KRI 592 Banjarmasin

"Jadi apabila mereka kita rasa masih dalam koridor keamanan, koridor kesopanan, koridor hal-hal yang bisa kita mengerti, itu masih kita bisa tolerin. Sehingga saya membebaskan mereka menggunakan fasilitas di Kapal ini," kata Yohanes.

Ia juga menyebut bahwa TNI AL sudah memiliki prosedur keselamatan jika sewaktu-waktu ada penumpang yang sakit berat atau lainnya.

Komandan KRI Banjarmasin-592 Kolonel Laut.
(IDM/Faisal Ramadan)

"Masyarakat belum terbiasa berada di kapal perang, dan otomatis kita harus mengedukasi, harus mengayomi, dan harus menjaga. Nah, di situlah seninya. Dan jika terpaksa menegur tetap dengan cara yang humanis dan cara yang lebih bisa diterima dan tidak menimbulkan kesan buruk," kata Yohanes.

Baca Juga: TNI Temukan Lahan Ganja di Pedalaman Papua Saat Patroli Wilayah Perbatasan

Lebih lanjut prosedur keselamatan ini kata Yohanes memang harus disiapkan dengan baik, terutama sistem keselamatan. Animo masyarakat yang mencapai sekitar 1600 peserta, maka keamanan dan keselamatan pemudik menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan kapal.

Oleh karena itu kesiapan kondisi teknis terkait dengan keselamatan kapal ataupun alat-alat keselamatan yang berada di atas kapal, adalah sesuatu yang formal.

"Jadi, kita siapkan, satu, tenaga medis. Yang kedua, ruang penanganan darurat. Yang ketiga, ruang perawatan. Yang keempat, kita siapkan jadwal evakuasi internal dan eksternal. Internal itu bagaimana cara membawa korban ke ruang perawatan darurat," tutup Yohanes. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.