Menhan Prabowo: Manuver Kita Sudah Tepat, Modernisasi Alutsista

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan RI (Menhan) Prabowo Subianto menerima paparan hasil kunjungan kerja Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan (Bainstrahan) Kemhan RI Mayjen TNI Yudi Abrimantyo ke Industri Pertahanan (Indhan) di negara Uni Emirat Arab (UEA) pada kesempatan beberapa waktu lalu.
Bertempat di Kemhan, Jakarta, Rabu (6/4), paparan kepada Menhan Prabowo menjelaskan sejumlah hal strategis yang didapat berkenaan dengan teknologi indhan yang saat ini dikembangkan oleh Uni Emirat Arab (UEA) sebagai salah satu negara Timur Tengah yang tengah berfokus pada pengembangan teknologi Indhan.
Adapun beberapa hal penting terkait kunjungan yang disampaikan kepada Menhan Prabowo di antaranya defense industry yang difokuskan kepada ground segment untuk satelit bumi, air defense system, elektronik dan komunikasi, serta munisi dan bahan peledak.
Merespons paparan tersebut, Menhan Prabowo mengatakan jika kita harus siap menghadapi setiap kemungkinan, bahkan sampai kemungkinan terburuk.
“Kita tidak mau perang. Kita menghindari perang. Perang itu jahat. Tapi kalau kita tidak siap, kita justru akan diinjak-injak,” pungkas Menhan Prabowo.
Di tengah perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, manuver kita dinilai sudah tepat.

“Manuver kita sudah tepat dengan melakukan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista),” ujar Menhan Prabowo.
Menhan Prabowo memohon untuk semua angkatan untuk mendukung program ini, semua sudah tau program yang akan dijalankan.
“Mohon untuk merah putih kita bersatu, jangan cari-cari kelemahan birokratis untuk menunda. Kita tidak tahu kapan ada ujian, kalau ada yang mengatakan tidak ada perang saya mau bertanya, kejadian di Papua apa itu bukan perang? Disinilah kita duduk bersama untuk menyelesaikan itu semua, tegas Menhan Prabowo.
UEA dan Indonesia telah menjalin kerjasama strategis pada bidang pertahanan terkait pengembangan indhan antara PT Pindad dengan Caracal International LLC untuk melaksanakan produksi berbagai senjata yang disepakati Mei 2021 lalu.
Sejauh ini UEA terus mengupayakan berbagai cara agar engagement antar perusahaan indhan kedua negara terus menguat dan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Upaya tersebut bahkan telah dilakukan khususnya kepada PT Pindad bersama 12 BUMN/BUMS indhan RI lainnya untuk berpartisipasi dalam pameran International Defence Exhibition and Conference (IDEX) ke-15 yang diselenggarakan di Abu Dhabi pada tahun 2021 yang lalu. (nhn/gin)
Hankam

Begini Cara TNI AL Susun Strategi Tempur di Latihan Armada Jaya XLIV
Pangkoarmada II memimpin pematangan rencana operasi dalam geladi posko latihan puncak Armada Jaya XLIV di Surabaya, yang melibatkan 600 prajurit TNI AL untuk menguji kesiapan operasional lima komando tugas dan merespons ancaman perang modern.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































