Korsel dan AS Gelar 'Ulchi Freedom Shield 2024'

Jakarta, IDM – Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan gabungan dengan Amerika Serikat (AS), untuk memperkuat operasi udara multi-domain dan kemampuan menghadapi ancaman khususnya dari Korea Utara (Korut).
Ulchi Freedom Shield 2024 akan berlangsung selama lima hari hingga Jumat (23/8) mendatang. Ini melibatkan sekitar 200 pesawat, termasuk pesawat tempur F-15K, FA-50 dan KF-16 milik Korsel, hingga pesawat tempur F-16 dan A-10 milik AS.
Baca Juga: Belarusia Kerahkan Sepertiga Pasukan Bersenjata ke Perbatasan Ukraina
"Ini menandai pertama kalinya beberapa pesawat tempur sekutu mengambil bagian dalam latihan udara 24 jam di wilayah udara, darat, dan laut," tulis Angkatan Udara Korsel melansir Yonhap, Selasa (20/8).
Latihan tahun ini merupakan pertama kalinya akan mensimulasikan serangan nuklir Korut. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan militer kedua negara untuk mencegah dan mempertahankan diri dari senjata pemusnah massal Korut tersebut.
Baca Juga: Menlu AS Sebut Israel Terima Proposal Gencatan Senjata Baru di Gaza
Rencananya, latihan ini akan memiliki bagian kedua yang juga melibatkan multi domain dan melatih pertahanan terhadap serangan siber pada 26-29 Agustus. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































