HANKAM

Kisah 10 Personel TNI AD Jadi Tenaga Pendidik di Papua, Kami Terlatih Pegang Pistol dan Spidol

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS
Potret Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS Pos Sawiyatami menjadi tenaga pendidik di SD Inpres Sawiyatami. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kisah ini datang dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS Pos Sawiyatami. Di tengah tugas menjaga kedaulatan wilayah perbatasan, mereka juga aktif berperan dalam memajukan pendidikan di Papua.

Kepedulian Satgas terhadap pendidikan anak-anak Papua, diwujudkan dengan cara mengajar siswa-siswi di SD Inpres Sawiyatami, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom.

“Kami terlatih pegang pistol, tapi terkadang kami juga pegang spidol (mengajar),” ujar salah satu prajurit Satgas Pamtas seperti dikutip dari keterangan Dispenad, Kamis, (29/8).

Baca Juga: Panglima TNI Lantik Kasum TNI, Irjen TNI dan Pangkogabwilhan III

Danpos Sawiyatami Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS, Lettu Inf Zulkifli Sirait, mengungkapkan bahwa kepedulian terhadap dunia pendidikan ini bertujuan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh, terutama di wilayah pedalaman RI-PNG yang masih kekurangan tenaga pengajar.

“Pendidikan adalah kunci masa depan. Kami ingin anak-anak di sini mendapatkan kesempatan belajar yang layak, meski berada di wilayah perbatasan,” katanya.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS
(Foto: Dok. Dispenad)

Sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar, prajurit TNI terlebih dahulu membersihkan ruang kelas guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi siswa. Setelah itu, mereka memberikan materi dasar seperti membaca dan berhitung kepada para siswa SD tersebut.

Dipimpin oleh Serda Julfrianto Manalu, tercatat 10 personel dari Pos Sawiyatami terlibat aktif sebagai tenaga pendidik di SD Inpres Sawiyatami. Kehadiran mereka senantiasa diharapkan pihak sekolah, khususnya untuk meningkatkan motivasi belajar para siswa dan menjadi inspirasi bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Marinir TNI AL dan Amerika Dalami Karakteristik Senjata M240 GPMG

“Kami berharap kontribusi ini dapat mendorong semangat anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka,” imbuh Lettu Inf Zulkifli.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS
(Foto: Dok. Dispenad)

Kepala Sekolah SD Inpres Sawiyatami, Darius Hanadi, sangat mengapresiasi kehadiran Satgas Pamtas Yonif 122/TS dan merasa terbantu dalam upaya mencerdaskan generasi muda di wilayah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Bapak-Bapak TNI, yang telah bersedia membantu mengajar di sini. Kehadiran mereka juga sangat berarti bagi anak-anak kami (siswa),” kata Darius. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.