Terkait kepercayaan Kementerian Pertahanan pada industri pertahanan dalam negeri, Abraham Mose menjelaskan secara terperinci target dan prioritas PT Pindad dalam waktu dekat, terutama tahun ini.
โPrioritas kami, pertama, adalah memenuhi kebutuhan munisi hingga 4 miliar butir. Kedua, pesanan senjata untuk mendukung Komponen Cadangan (Komcad) sebanyak 25 ribu pucuk dan sekarang sudah selesai. Ketiga, kendaraan khusus seperti Anoa dan Medium Tank. Dan, terakhir, permintaan memproduksi kendaraan rantis 4×4 yaitu Maung,โ tuturnya.
Tak cukup sampai di sini, untuk target ekspor menurut Abraham mencakup pesanan munisi 5,56 mm dari Thailandโtermasuk 5.000 butir granat tangan dan 10 ribu butir munisi kaliber 9 mm. โKami juga mendapat PO (pre-order) dari pihak swasta di AS untuk munisi serupa dan sedang menyiapkan 6-unit Anoa Recovery untuk support Bangladesh,โ tambahnya.
Membahas lebih detail seputar senjata untuk Komponen Cadangan, Dirut PT Pindad mengungkap jenis senjata yang dirilis adalah SS2-V5 A1. Senjata terbaru dengan mobilisasi ringan, dilengkapi vertical grip dan sejumlah kelebihan lain sebagai jaminan efisiensi pemakaian. โKarena (nantinya) sipil yang menggunakan, senjata ini sengaaja dirancang sederhana sehingga mudah digunakan,โ terangnya.
Terkait hal ini, Marsma TNI Penny Radjendra menekankan bahwa senjata untuk Komponen Cadangan dimanfaatkan secara tepat. โPenting untuk dicatat, senjata untuk Komcad digunakan hanya pada saat latihan, baik untuk dasar-dasar kemiliteran maupun meningkatkan kondisi fisik. Tidak akan dibawa di luar latihan,โ tegasnya. (dev/wan)