Kamis, 3 April 2025

Kapal Milisi Cina Berlayar Menuju 6 Kapal Perang ASEAN, Ada Apa?

Jakarta, IDM – Lima kapal milisi maritim Cina mengubah arah dan berbelok menuju enam kapal perang negara ASEAN yang tengah melakukan latihan maritim ASEAN-India (AIME) perdana di Laut Cina Selatan, Senin (8/5).

Data dari Pusat Inovasi Keamanan Nasional Gordian Knot Stanford, mengungkapkan keenam kapal terdiri dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332, HTMS Pattani (Thailand), KDB Darulehsan (Brunei Darussalam), India Warship-F48, BRP Antonio Luna (Filipina), dan PHU QUY-01501.

Ketua Proyek Gordian Knot Center Myoushu (Laut Cina Selatan) Ray Powell, di cuitan akun Twitternya, mengungkapkan karena jarak antara dua kelompok kapal tersebut mendekati 70 km, tiga kapal ASEAN (India, Filipina, dan Indonesia) tidak lagi terdeteksi AIS atau navigasi kapal.

Baca Juga:ย Turki Rilis โ€˜Kaanโ€™ Pesawat Tempur Generasi ke-5

“Saya curiga mereka masih bersama kapal lain yang terlihat AIS (Vietnam, Brunei, dan Thailand) tetapi tidak dapat mengonfirmasi,” ungkap @GordianKnotRay.

Sebelumnya, kapal milisi maritim Cina adalah kapal nelayan yang dipersenjatai, ditugaskan, dan dibiayai oleh pemerintahan Republik Rakyat China, untuk melaporkan posisi kapal (termasuk kapal perang) di area Laut Cina Selatan.

Dilansir dari Philstar.com, Ray menjelaskan keenam kapal perang negara ASEAN melakukan latihan maritim yang berlangsung dari 2-8 Mei. Saat Minggu (7/5) malam, lima kapal milisi maritim Cina meluncur ke arah mereka.

“Pada tahap pertama, kapal milisi maritim Cina berada di jarak 145 kilometer. Tidak bergerak sangat cepat,” jelasnya.

Baca Juga: Kremlin Janjikan Pasokan Senjata Lebih Banyak, Wagner Batal Mundur dari Bakhmut

Namun, saat Senin (8/5) pagi, tiga dari lima kapal milisi maritim Cina mulai meninggalkan kawasan Zamora (Subi) dan memisahkan diri, kemudian menuju ke area enam kapal perang ASEAN yang sedang melakukan latihan.

“Menurut saya, Cina tidak senang dengan fakta ASEAN berlatih di tempat yang dianggap Cina sebagai perairannya,” ungkap Ray.

“Saya pikir ini pesan untuk memberi tahu negara-negara ASEAN, ini adalah perairan Cina dan mereka akan mengawasinya saat berada di sini,” imbuhnya. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer