Kapal Milisi Cina Berlayar Menuju 6 Kapal Perang ASEAN, Ada Apa?

Jakarta, IDM - Lima kapal milisi maritim Cina mengubah arah dan berbelok menuju enam kapal perang negara ASEAN yang tengah melakukan latihan maritim ASEAN-India (AIME) perdana di Laut Cina Selatan, Senin (8/5).
Data dari Pusat Inovasi Keamanan Nasional Gordian Knot Stanford, mengungkapkan keenam kapal terdiri dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332, HTMS Pattani (Thailand), KDB Darulehsan (Brunei Darussalam), India Warship-F48, BRP Antonio Luna (Filipina), dan PHU QUY-01501.
Ketua Proyek Gordian Knot Center Myoushu (Laut Cina Selatan) Ray Powell, di cuitan akun Twitternya, mengungkapkan karena jarak antara dua kelompok kapal tersebut mendekati 70 km, tiga kapal ASEAN (India, Filipina, dan Indonesia) tidak lagi terdeteksi AIS atau navigasi kapal.
Baca Juga: Turki Rilis ‘Kaan’ Pesawat Tempur Generasi ke-5
"Saya curiga mereka masih bersama kapal lain yang terlihat AIS (Vietnam, Brunei, dan Thailand) tetapi tidak dapat mengonfirmasi," ungkap @GordianKnotRay.
Sebelumnya, kapal milisi maritim Cina adalah kapal nelayan yang dipersenjatai, ditugaskan, dan dibiayai oleh pemerintahan Republik Rakyat China, untuk melaporkan posisi kapal (termasuk kapal perang) di area Laut Cina Selatan.
Dilansir dari Philstar.com, Ray menjelaskan keenam kapal perang negara ASEAN melakukan latihan maritim yang berlangsung dari 2-8 Mei. Saat Minggu (7/5) malam, lima kapal milisi maritim Cina meluncur ke arah mereka.
"Pada tahap pertama, kapal milisi maritim Cina berada di jarak 145 kilometer. Tidak bergerak sangat cepat," jelasnya.
Baca Juga: Kremlin Janjikan Pasokan Senjata Lebih Banyak, Wagner Batal Mundur dari Bakhmut
Namun, saat Senin (8/5) pagi, tiga dari lima kapal milisi maritim Cina mulai meninggalkan kawasan Zamora (Subi) dan memisahkan diri, kemudian menuju ke area enam kapal perang ASEAN yang sedang melakukan latihan.
"Menurut saya, Cina tidak senang dengan fakta ASEAN berlatih di tempat yang dianggap Cina sebagai perairannya," ungkap Ray.
"Saya pikir ini pesan untuk memberi tahu negara-negara ASEAN, ini adalah perairan Cina dan mereka akan mengawasinya saat berada di sini," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































