Jelang Transisi Pemerintahan Prabowo, TNI AL Matangkan Postur Kekuatan 20 Tahun ke Depan

Jakarta, IDM – TNI AL menggelar finalisasi konsep postur kekuatan tempur untuk 20 tahun ke depan, yakni 2025-2044. Hal ini bertujuan menyelaraskan kebijakan pemerintah mendatang yang akan dipimpin oleh presiden terpilih Prabowo Subianto.
Kegiatan finalisasi konsep postur kekuatan tempur tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (Asrena KSAL) Laksamana Muda Achmad Wibisono di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Selasa (1/10).
Achmad mengatakan, kegiatan finalisasi menampung berbagai pemikiran para perwira TNI AL dari berbagai komando utama dan satuan kerja yang memiliki kapasitas untuk menyempurnakan konsep postur kekuatan yang telah disusun.
Baca Juga: Dirut Pindad Ungkap Produk Senapan Serbu AM-1 Dilirik Amerika Serikat
"Tujuan finalisasi memberikan sumbangan pemikiran berupa evaluasi dan masukan untuk penyempurnaan konsep postur 2025-2044 yang telah disusun staf srenal serta diselaraskan dengan kebijakan pemerintah presiden terpilih Prabowo Subianto," kata Achmad, dikutip dari laman TNI AL, Rabu (2/10).
Adapun finalisasi postur kekuatan tempur 2025-2044 akan berlangsung hingga Kamis (3/10) besok. Rencananya, hasil dari kegiatan tersebut ditindaklanjuti dalam focus group discussion (FGD) yang melibatkan para perwira TNI AL lintas generasi.

"Diharapkan para perwira dapat menjawab finalisasi postur ini dengan kesungguhan hati untuk menghasilkan dokumen perencanaan 20 tahun ke depan yang lebih baik lagi, demi mewujudkan TNI AL yang modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global," ujar Achmad.
Sebelumnya, KSAL Laksamana Muhammad Ali menyebut TNI AL pada 2024 berupaya merampungkan dua dokumen strategis-nya pada 2024, yaitu rencana strategis (renstra) 2025-2029 dan postur pembangunan kekuatan 2025-2044.
Baca Juga: Pascaserangan Israel di Lebanon, Panglima: Kondisi Prajurit TNI Baik-baik Saja
Dua dokumen itu nantinya menjadi pedoman pembangunan kekuatan TNI AL ke depan, terutama setelah berakhirnya pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF) pada akhir tahun ini.
Ali menjelaskan penyusunan dua dokumen strategis itu juga berpedoman kepada visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju, terutama dalam membangun kekuatan TNI AL yang lebih modern.
"Visi itu mengakui ke depan TNI AL bakal menghadapi ragam tantangan dan risiko yang berkembang pesat, yang kompleks, dan tak dapat diprediksi baik dalam lingkup global, regional, maupun nasional. Oleh karena itu, TNI AL pun dituntut untuk tangkas, adaptif, dan punya resiliensi yang baik," kata Ali, di Jakarta, Selasa (14/5) lalu. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































