Jakarta, IDM โ Sebuah bom seberat 226 kg peninggalan Perang Dunia II meledak di bandara Jepang pada hari Rabu (2/10). Ledakan itu menyebabkan kerusakan di landasan pacu dan hampir 90 penerbangan terpaksa dibatalkan.
Dilansir dari BBC, Kamis (3/10), bom yang tertanam di bawah landasan pacu itu menyebabkan lubang selebar tujuh meter. Tidak ada pesawat yang melintas saat bom meledak dan tidak ada laporan korban jiwa maupun terluka.
Baca Juga: Dianggap Gagal Tekan Iran, Israel Larang Sekjen PBB Masuk Negaranya
Tim penjinak bom dari Pasukan Bela Diri Darat Jepang dikerahkan ke lokasi dan mengatakan bahwa bom itu milik Amerika Serikat (AS) saat Perang Dunia II. Bom diduga dijatuhkan untuk misi membendung pasukan kamikaze Jepang.
“Tidak ada ancaman ledakan kedua, dan polisi serta petugas pemadam kebakaran saat ini sedang memeriksa lokasi kejadian,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi, seraya menambahkan bahwa bandara akan kembali beroperasi di hari ini.
Baca Juga: Rusia Berencana Tambah Anggaran Pertahanan Hingga 25% pada 2025
Bandara Miyazaki terletak di ujung tenggara pulau Kyushu dan dibangun sebagai pangkalan Angkatan Laut Jepang pada 1943.
Pada 2009 dan 2011, otoritas Jepang juga menemukan bom serupa milik AS yang tidak meledak saat proyek konstruksi. Sepanjang 2023, sekitar 2.348 bom seberat 41 ton pun telah diamankan oleh tim penjinak bom Jepang. (bp)