Jumat, 4 April 2025

Berlayar dari Jepang, 5 Perwira TNI AL Pelajari Operasional PPA Italia

Jakarta, IDM โ€“ย TNI AL mengirimkan lima perwira yang disiapkan sebagai calon pengawak kapal Pattugliatore Polivalente dโ€™Altura (PPA) Italia dengan mengikuti pelatihan layar (onboard) dari Jepang menuju Indonesia.

Kelima perwira TNI AL itu mengawaki ITS Raimondo Montecuccoli P-432 dari Okinawa ke Jakarta dan berhasil sandar di Tanjung Priok, Sabtu (14/9). Selama pelayaran, mereka berkesempatan mempelajari sejumlah materi di kapal ketiga jenis patroli lepas pantai kelas Thaon di Revel itu.

โ€œLima perwira mendapat kesempatan untuk mempelajari operasional dan observasi kegiatan serta peran-peran yang dilaksanakan oleh kru ITS Raimondo Montecuccoli,โ€ ungkap Kadispenal Laksamana Pertama I.M Wira Hady dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/9).

Baca Juga:ย Lanud Adi Soemarmo Gelar Diklat Integrasi TA 2024, Perkuat Soliditas TNI-Polri

Adapun kelima perwira TNI AL yang mengikuti pelatihan onboard tersebut berasal dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II. Mereka ialah Letkol Laut (T) Muhammad Syaikhul Azhar, Mayor Laut (P) Angga Radiansyah, Mayor Laut (P) Agung Susyanto, Mayor Laut (E) Wirawan Hanindito serta Kapten Laut (P) Rian Sisky Putrantio.

โ€œKegiatan ini diharapkan dapat memberikan pelatihan langsung di atas laut on sea experience serta dapat menjadi pengetahuan dan referensi awal dalam persiapan mengawaki PPA yang akan memperkuat jajaran armada TNI AL,โ€ kata Wira.

perwira
(Foto: Dok. Dispenal)

ITS Raimondo Montecuccoli yang tergabung dalam Gugus Tempur Kapal Induk Italia, sandar di Jakarta dari 14-17 September dalam rangka kunjungan persahabatan (port visit) ke Indonesia. PPA itu datang bersama kapal induk ITS Cavour C-550 dan fregat ITS Alpino F-594.

Adapun Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Fincantieri, Italia, menyepakati kontrak pembelian dua unit PPA kelas Thaon di Revel, Kamis (28/3) untuk TNI AL. Rencananya, unit pertama kapal patroli multiguna atau OPV itu dikirim ke Indonesia pada Oktober 2024 dan unit kedua menyusul pada April 2025.

Baca Juga:ย Kunjungi Kapal Induk Italia, KSAL Ingin Tingkatkan Kemampuan TNI AL Jaga Pertahanan Maritim

Pengadaan itu direalisasikan Kemhan untuk menggantikan fregat Van Speijk kelas Ahmad Yani di artileri persenjataan angkatan laut (arsenal) yang usianya tidak muda lagi.

โ€œSaat ini kontrak sudah, tinggal menunggu efektif. Mungkin dalam waktu dekat. Kemudian, satgas (Yekda A Frigate FREMM) juga sudah dibentuk,โ€ ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, pada Senin (2/9) lalu.

PPA itu memiliki spesifikasi panjang 143 meter dan lebar kapal sekitar 16,5 meter, bobot perpindahan 6.250 ton (muatan penuh), kecepatan maksimum lebih dari 30 knot, dan daya jelajah 5.000 mil laut. Kapal ini diklaim memiliki kemampuan multifungsi dan peperangan empat dimensi yang didukung peralatan dan sistem teknologi terkini. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer