Berjalan Kaki Selama 2 Jam, Satgas TNI Patroli di Pulau Terluar Indonesia Bras

Jakarta, IDM - Pembantu Letnan Dua (Pelda) Muh. Aly bersama enam personel dari prajurit Satgas Pamputer 26 melaksanakan kegiatan Patroli Darat di wilayah Pulau Brass, Desa Mapia, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori, Papua, Selasa (26/7).
Mereka bergerak ke arah Utara menyusuri pantai mengecek kondisi Pulau Bras yang memiliki luas kurang lebih 3.09 Kilometer dengan jumlah penduduk sebanyak 116 orang.
"Di Pulau Bras juga terdapat 1 buah Mercusuar yang kondisinya masih baik dengan fungsi utama yaitu memperingatkan kapal mengenai tempat berbahaya dan membantu navigasi kapal. Jarak patroli yang kami tempuh untuk menggelilingi Pulau Bras dengan berjalan kaki yakni kurang lebih 2 jam 30 menit," kata Aly.

Ia menjelaskan Selain pulau Brass tersebut, terdapat lagi dua gugusan pulau yang berada di sekitar wilayahnya yakni Pulau Pegun dan Pulau Fanildo. Wilayah gugusan Pulau tersebut dijaga oleh Satuan TNI yang memiliki Pos di Pulau Mapia.
"Ada juga Posal TNI AL, Pos Babinsa TNI AD dan Pos Polmas Kabupaten Supiori," jelas Aly.
Tugas pengamanan di wilayah Pulau Bras terbilang cukup berat karena berada di perairan Samudra Pasifik, memiliki laut dengan ombak besar serta sarana dan prasarana yang terbatas. Hal ini biasa dimanfaatkan untuk sejumlah kejahatan, termasuk transnational crime. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































