Minggu, 6 April 2025

AS Tahan Dua Prajurit yang Diduga Bocorkan Informasi Militer Sensitif ke Cina

Jakarta, IDM – Sebanyak dua prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah ditangkap karena diduga memberikan informasi militer yang ‘sensitif’ ke Cina. Informasi itu berupa rincian tentang teknis persenjataan, operasi angkatan laut hingga latihan strategis tempur.

Dilansir dari BBC, Jumat (4/8), otoritas Departemen Kehakiman menyampaikan bahwa Jinchao Wei alias Patrick Wei (22), seorang warga negara AS yang dinaturalisasi, dituduh membocorkan informasi pertahanan nasional ke intelijen Cina. Wei sendiri bertugas sebagai masinis di kapal serbu amfibi USS Essex dan memiliki izin keamanan maupun akses ke informasi sensitif tentang kapal tersebut.

Baca Juga:ย ECOWAS Kirim Delegasi untuk Negosiasi dengan Pemimpin Militer di Nigeria

Sementara, Wenheng Zhao atau Thomas Zhao (26) yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut Ventura County, juga ditangkap karena menjual dokumen foto dan video militer sensitif. Zhaodisebut menerima sekitar $ 15.000 usai membocorkan cetak biru sistem radar yang ditempatkan di pangkalan militer AS di Okinawa, Jepang.

“Ketika seorang prajurit atau pelaut memilih uang tunai daripada negara dan menyerahkan informasi pertahanan nasional, itu merupakan tindakan pengkhianatan. Kita harus siap untuk bertindak,” kata Pengacara AS Randy Grossman.

Baca Juga:ย Masyarakat Ukraina Dipaksa Jadi Warga Negara Rusia, Benarkah?

Jika terbukti bersalah, Wei terancam hukuman penjara 20 tahun hingga seumur hidup, sedangkan dakwaan terhadap Zhao memiliki hukuman maksimal 20 tahun. Namun, tidak dijelaskan apakah keduanya bersekongkol dengan pihak intel Cina yang sama.

Otoritas AS menduga kedua insiden ini merupakan bagian dari spionase terorganisir Cina untuk mendapatkan informasi militer rahasia. Sebelumnya, AS pun pernah menuduh Cina mencoba melakukan spionase menggunakan sebuah balon udara yang terbang di sekitar markas Pentagon. (bp)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

TNI AL Siapkan Operasi Bantuan Kemanusiaan untuk Myanmar dan Thailand

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memimpin Gelar Kesiapan Operasi Bantuan Kemanusiaan Luar Negeri, untuk korban terdampak gempa bumi di Myanmar dan Thailand. Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, (31/3).

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer