INTERNASIONAL

AS Tahan Dua Prajurit yang Diduga Bocorkan Informasi Militer Sensitif ke Cina

Kapal serbu amfibi USS Essex LHD 2
Kapal serbu amfibi USS Essex LHD 2. (Foto: Dok. Navy.mil)

Jakarta, IDM - Sebanyak dua prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah ditangkap karena diduga memberikan informasi militer yang 'sensitif' ke Cina. Informasi itu berupa rincian tentang teknis persenjataan, operasi angkatan laut hingga latihan strategis tempur.

Dilansir dari BBC, Jumat (4/8), otoritas Departemen Kehakiman menyampaikan bahwa Jinchao Wei alias Patrick Wei (22), seorang warga negara AS yang dinaturalisasi, dituduh membocorkan informasi pertahanan nasional ke intelijen Cina. Wei sendiri bertugas sebagai masinis di kapal serbu amfibi USS Essex dan memiliki izin keamanan maupun akses ke informasi sensitif tentang kapal tersebut.

Baca Juga: ECOWAS Kirim Delegasi untuk Negosiasi dengan Pemimpin Militer di Nigeria

Sementara, Wenheng Zhao atau Thomas Zhao (26) yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut Ventura County, juga ditangkap karena menjual dokumen foto dan video militer sensitif. Zhaodisebut menerima sekitar $ 15.000 usai membocorkan cetak biru sistem radar yang ditempatkan di pangkalan militer AS di Okinawa, Jepang.

"Ketika seorang prajurit atau pelaut memilih uang tunai daripada negara dan menyerahkan informasi pertahanan nasional, itu merupakan tindakan pengkhianatan. Kita harus siap untuk bertindak," kata Pengacara AS Randy Grossman.

Baca Juga: Masyarakat Ukraina Dipaksa Jadi Warga Negara Rusia, Benarkah?

Jika terbukti bersalah, Wei terancam hukuman penjara 20 tahun hingga seumur hidup, sedangkan dakwaan terhadap Zhao memiliki hukuman maksimal 20 tahun. Namun, tidak dijelaskan apakah keduanya bersekongkol dengan pihak intel Cina yang sama.

Otoritas AS menduga kedua insiden ini merupakan bagian dari spionase terorganisir Cina untuk mendapatkan informasi militer rahasia. Sebelumnya, AS pun pernah menuduh Cina mencoba melakukan spionase menggunakan sebuah balon udara yang terbang di sekitar markas Pentagon. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.