Minggu, 6 April 2025

Armada Jaya 2024, Komando Tugas Gabungan Amfibi Gelar Perencanaan Operasi Pendaratan

Jakarta, IDM โ€“ย Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) menggelar rapat perencanaan dan penyampaian perintah persiapan dalam rangka latihan Armada Jaya 2024 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/8).

Pada kesempatan tersebut, Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo selaku Panglima Kogasgabfib meninjau secara langsung posko komando tugas gabungan amfibi dan menerima paparan cara bertindak.

“Agenda yang dibahas dalam rapat perencanaan meliputi sasaran pasukan pendarat, tumpuan pantai, dan daerah pendaratan,” ungkap Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko dalam keterangannya, Kamis (8/8).

Baca Juga:ย Momen Pangkostrad Berpamitan dengan Prajurit Divif 3 Kostrad

Kemudian, Widyo juga menjelaskan dalam penyampaian prinsip kepada para komandan jajaran di bawah Kogasgabfib bertujuan agar dapat dijadikan acuan menyusun perencanaan operasi, khususnya pada proses analisa cara bertindak.

Latihan Armada Jaya 2024 akan dilaksanakan secara tatap muka maupun daring yang berlangsung 5-15 Agustus secara geladi posko, yakni salah satu metode latihan taktis tanpa pasukan yang fokus pada proses perencanaan militer, dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Penyelenggara dan pelaku latihan hanya berinteraksi melalui jaringan internet dan video conference.

Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Materi yang dikembangkan dalam latihan Armada Jaya 2024 meliputi proses pengambilan keputusan militer (PPKM) dengan uji rencana operasi menggunakan tactical floor game (TFG).

Baca Juga:ย Tugu Pepera, Simbol Kecintaan Masyarakat Papua Terhadap NKRI

Adapun dalam latihan puncak TNI AL ke-42 ini fokus pada taktik operasi di bagian utara wilayah Indonesia barat dan timur. Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan pihaknya sangat mewaspadai sejumlah potensi di perairan wilayah timur, khususnya Papua.

“Bagi kami timur paling penting sebenarnya, (terutama) masalah Papua, ya. Kami utamakan jangan sampai ada masuknya selundupan senjata ke Papua, itu yang kami perketat sekarang, terutama dari laut,” kata Ali di Jakarta, Selasa (6/8).

Terpisah, Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata, mengungkapkan fokus daerah latihan di Indonesia timur juga sebagai bentuk waspada terhadap kemungkinan penyelundupan senjata yang akan digunakan untuk memperkuat kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Baca Juga:ย TNI AD Rehab Markas Koramil dan Rumah Sakit Militer

“(Dalam geladi posko) kami sendiri yang membuat skenario bagaimana kapal-kapal perang kita atau jajaran di armada masing-masing mewaspadai semua kemungkinan yang mengarah kepada penguatan OPM di Papua,” ungkap Denih.

Sementara untuk fokus latihan di wilayah Indonesia barat bagian utara untuk menegakkan kedaulatan, hukum, menguji doktrin operasi dan aturan dengan menyesuaikan peperangan modern saat ini, yakni mengembangkan pertahanan pantai serta peperangan operasi gabungan laut dan udara. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

TNI AL Siapkan Operasi Bantuan Kemanusiaan untuk Myanmar dan Thailand

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memimpin Gelar Kesiapan Operasi Bantuan Kemanusiaan Luar Negeri, untuk korban terdampak gempa bumi di Myanmar dan Thailand. Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, (31/3).

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer