Minggu, 6 April 2025

Operasi Khusus Rusia di Ukraina Diperkirakan Menelan Biaya Hingga $211 Miliar

Jakarta, IDM – Otoritas pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Rusia sudah menghabiskan sekitar $211 miliar untuk perlengkapan militer dan mengerahkan pasukannya dalam ‘operasi khusus’ di Ukraina.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (17/2), konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir dua tahun itu juga diperkirakan membuat Rusia kehilangan puluhan ribu tank sehingga memaksa mereka untuk menggunakan tank era Uni Soviet. Otoritas yang disembunyikan namanya itu menyebut Rusia juga kehilangan lebih dari $10 miliar karena penjualan senjata yang dibatalkan atau ditunda.

Baca Juga:ย Junta Myanmar Resmikan Peraturan Wajib Militer untuk 60.000 Orang

โ€œSaya rasa kita belum membicarakan banyak hal mengenai kerugian yang telah dan terus ditanggung Rusia,โ€ katanya.

Ia melanjutkan, konflik tersebut juga membuat 315.000 tentara Rusia terbunuh atau terluka dan pertumbuhan ekonominya mengalami kerugian sekitar $1,3 triliun. Selain itu, Ukraina pun berhasil menghancurkan atau merusak setidaknya 20 kapal Angkatan Laut Rusia berukuran sedang hingga besar dan satu kapal tanker di Laut Hitam.

Baca Juga:ย Mesir disebut Bangun Fasilitas Pengungsian di Perbatasan Gaza

Sementara, Presiden Joe Biden kini sedang berusaha mendorong Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk menyetujui rencana bantuan keamanan internasional senilai $95 untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan. Sebab, bantuan dana dan persenjataaan dari sekutu Barat sangatlah dibutuhkan oleh pemerintaan Volodymyr Zelensky. (bp)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

TNI AL Siapkan Operasi Bantuan Kemanusiaan untuk Myanmar dan Thailand

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memimpin Gelar Kesiapan Operasi Bantuan Kemanusiaan Luar Negeri, untuk korban terdampak gempa bumi di Myanmar dan Thailand. Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, (31/3).

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer