6 Titik Ranjau Peninggalan Perang Dunia II Diledakkan di Perairan Tarakan

Jakarta, IDM - Satgas Ranjau Tarakan-23 dari Satuan Ranjau Koarmada II melaksanakan pendeteksian dan netralisasi ranjau di Selat Batagau, Kalimantan Utara, Selasa (9/1).
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XIII Laksamana Pertama Deni Herman meninjau proses netralisasi ranjau dari atas KRI Pulau Rimau-724, sebanyak 6 titik ledakan yang digelar oleh Staf Operasi Angkatan Laut (Sopsal).
Baca Juga: Tiga Oknum TNI yang Terlibat Sindikat Curanmor Resmi Ditahan Puspom TNI
Pada kesempatan tersebut, Deni menyampaikan berdasarkan peta laut yang diterbitkan oleh Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) sampai saat ini sebagian besar perairan Tarakan masih dikelilingi ranjau peninggalan Perang Dunia II.
"Sehingga perlu tindak lanjut pendeteksian dan netralisasi ranjau agar kapal-kapal laut dapat bernavigasi dengan aman," kata Deni, dikutip dari keterangan Dispen Lantamal XIII Tarakan, Rabu (10/1).
Baca Juga: KRI Frans Kaisiepo-368 Serahkan Penugasan di Lebanon kepada KRI Diponegoro-365
Kegiatan netralisasi ranjau yang dilaksanakan tim Satgas Ranjau Tarakan-23 ini terdiri dari prajurit peyelam TNI AL, hidros TNI AL, KRI Pulau Rimau-724 bekerja sama dengan PT Samator dan PT Phoenix Resources International.
Serta juga dihadiri oleh Kolonel Laut (P) Khakim selaku Komandan Satuan Kapal Ranjau (Dansatran) Koarmada II sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) Ranjau Tarakan-23 Dansatgas. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































