Jumat, 4 April 2025

Urgensi TNI AL Bangun Kemampuan Tempur untuk Hadapi Peperangan Berbasis Teknologi Otonom

Jakarta, IDM โ€“ย Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menekankan urgensi TNI AL untuk mampu mengelola alutsista dalam menghadapi peperangan modern berbasis teknologi otonom (autonomous warfare).

Hal tersebut disampaikan oleh Ali saat membuka focus group discussion (FGD) “Autonomous Warfare for Revolution Maritime Operation Affair” di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu (25/9).

Baca Juga: Gerak Cepat TNI dan Kemlu Soal Situasi di Lebanon dan Pemulangan WNI

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat telah mendorong revolusi peperangan modern secara signifikan, salah satu contoh adalah munculnya konsep autonomous warfare.

KSAL-Muhammad ALI
(Foto: Dok. Dispenal)

“Metode peperangan ini mengacu pada penggunaan teknologi modern, seperti teknologi kapal atau pesawat tanpa awak (unmanned) dan Aritificial Inteligence (AI) yang dapat mempercepat reaksi terhadap ancaman,” jelas Ali.

“Kita harus berpikir bagaimana mengelola alutsista ke depan dan menyiapkan perkembangan teknologi untuk memajukan kemampuan tempur unsur-unsur TNI AL,” ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal di Jakarta.

Baca Juga: Jakarta Geopolitical Forum 2024, Lemhannas Beberkan 2 Fokus Hadapi Tantangan Geomaritim

Dia mencontohkan, metode peperangan di Rusia-Ukraina saat ini sangat signifikan menggunakan teknologi otonom. Terlihat dari banyaknya alutsista konvensional yang mudah terdampak dan rapuh karena serangan dari pesawat (UAV) dan kapal (USV) tanpa awak.

“Bagaimana ringkihnya kapal permukaan dari gangguan UAV atau drone, kapal penjelajah Rusia kelas Moskwa pun terkena serangan dari USV milik Ukraina, pun kapal induk dan kapal-kapal dagang AS. Senjata drone ini kecil, murah, tapi punya efek getar yang tinggi,” kata Ali.

Dia berharap, para peserta di FGD ini mampu berpartisipasi secara aktif, menyumbangkan pikiran, dan solusi optimal untuk pemanfaatan teknologi otonomi terhadap perkembangan masa depan pertahanan maritim di Indonesia.

Baca Juga: Terima Brevet Yudha Wastu Pramuka, 50 Siswa Tamtama Sah Jadi Prajurit Infanteri

“Ini menjadikan kita harus berpikir bagaimana mengelola alutsita ke depan dan menyiapkan perkembangan teknologi untuk memajukan kemampuan tempur unsur-unsur TNI AL,” ujar Ali.

Adapun FGD ini menghadirkan sejumlah pembicara yang terdiri dari Asisten Khusus Menteri Pertahanan Laksamana Madya (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, pakar bidang AI Ridwan Prasetyarto, Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya (Purn) Amarullah Octavian, dan Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI Laksamana Muda Kresno Buntoro. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer