TNI Gelar Simulasi Penerapan Hukum dalam Operasi Militer Selain Perang

Jakarta, IDM - Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI menggelar simulasi penerapan hukum dalam operasi militer selain perang. Kegiatan ini dibuka oleh Irjen TNI Laksamana Madya Dadi Hartanto di Cilangkap, Jakarta, Kamis (16/5).
Simulasi penerapan hukum tersebut bertujuan menyatukan pemahaman teori dan praktik hukum dalam operasi militer. Skenario pada simulasi menggambarkan kondisi konflik dalam negeri, melalui pendekatan "learning by doing" para peserta diharapkan dapat memahami secara mendalam dan aplikatif tentang hukum.
Baca Juga: Wakil KSAD Tinjau Sarana Prasarana Satuan TNI AD di Papua
Dadi mengapresiasi upaya Babinkum TNI dalam menghadirkan simulasi sebagai metode pembelajaran hukum humaniter dan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Simulasi ini harus disosialisasikan kepada seluruh personel, agar dalam tugas OMSP tidak terjadi hal-hal yang baru kita saksikan bersama," ujarnya, dikutip dari keterangan Puspen TNI, Jumat (17/5).
Baca Juga: Sebanyak 14 Pati TNI AU Laporkan Kenaikan Pangkat kepada KSAU

"Karena tidak menutup kemungkinan pada saat kita operasi akan terjadi hal-hal seperti tadi," tambahnya.
Simulasi ini tidak hanya memperkuat aspek teoritis tetapi juga memperkaya pengalaman praktis para peserta, sehingga mampu menghadirkan operasi militer yang sesuai dengan prinsip-prinsip hukum humaniter dan hak asasi manusia internasional. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































