Korea Utara (Korut) mengecam Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol karena telah mengkritik hubungan kerja sama mereka dengan Rusia usai kunjungan Presiden Kim Jong Un. Korut menegaskan, hubungan keduanya merupakan hal wajar bagi negara bertetangga.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengkritik pertemuan Vladimir Putin dan Kim Jong Un, yang diduga membicarakan kemungkinan kerja sama jual beli alutsista. Menurut Yeol, kesepakatan itu akan menjadi "provokasi langsung" terhadap negaranya dan Ukraina.
Amerika Serikat (AS) bersama Korea Selatan (Korsel) dan Jepang sepakat untuk memperkuat kerja sama militer usai melakukan pertemuan di Camp David, Maryland pada beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu pula, mereka mengecam tindakan "berbahaya dan agresif Cina" di Laut Cina Selatan.
Pemerintah Yoon Suk Yeol telah mempercepat upaya agar sistem anti rudal Amerika Serikat (AS) dapat ditempatkan di Korea Selatan (Korsel) secara permanen.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol menyerukan kerja sama internasional untuk menekan program pengembangan rudal nuklir Korea Utara (Korut). Kerja sama tersebut dapat berupa sanksi ekonomi yang diperbanyak agar menghambat pembiayaan Korut untuk mencapai ambisi nuklirnya.
Korea Selatan (Korsel) dan Jerman sepakat mempererat kerja sama pertahanan dan segera membentuk perjanjian untuk berbagi informasi intelijen militer. Rencana itu disepakati ketika Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Seoul pada Minggu (21/5).
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mempertimbangkan untuk menambah bantuan ke Ukraina, termasuk mengirim perlengkapan militer tidak mematikan atau non-lethal. Menurutnya, Korsel akan berkoordinasi erat dengan NATO dan mitra internasional lainnya untuk secara aktif mendukung rakyat Ukraina.