
Komisi I: Diplomasi dan Pemulihan Trauma Relawan WNI Harus Berjalan Bersamaan
Komisi I DPR RI menyoroti pentingnya perlindungan lanjutan terhadap sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Komisi I DPR RI menyoroti pentingnya perlindungan lanjutan terhadap sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mengapresiasi suksesnya pemerintah memulangkan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dari penahanan militer Israel.

WNI yang tergabung dalam relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah berada di Istanbul, Turki pada Jumat (22/5). Mereka membenarkan bahwa adanya tindak kekerasan fisik selama ditahan oleh Israel.

Pemerintah Indonesia menunjukkan efektivitas strategi diplomasi senyap (quiet diplomacy) dalam menangani krisis penahanan sembilan relawan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza.

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini mengecam keras penangkapan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Flotila menuju Gaza.

Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap insiden penahanan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah agar bergerak cepat menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina.

Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi warga negara Indonesia di luar negeri dengan memfasilitasi 2.999 proses evakuasi dan repatriasi WNI dari kawasan Timur Tengah di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Penyanderaan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh perompak di perairan Hafun, Somalia, memicu perhatian serius dari DPR RI.

Pemerintah Indonesia melalui Kedubes Phnom Penh telah memfasilitasi kepulangan sebanyak 3.159 WNI yang pernah terjerat sindikat penipuan daring di Kamboja.