Peringatan 9 April 2026 menandai 80 tahun pengabdian tanpa batas TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan ruang udara Indonesia. Sebuah perjalanan panjang yang ditempa oleh dedikasi, pengorbanan, dan semangat tanpa henti. Seiring dengan bertambahnya usia pengabdian tersebut, TNI AU dihadapkan pada tuntutan untuk terus beradaptasi dengan dinamika pertahanan yang semakin kompleks, ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi militer, perubahan karakter konflik, serta meningkatnya operasi multi domain.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) merumuskan langkah-langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM), khususnya penerbang dan dokter spesialis, yang disesuaikan dengan validasi organisasi.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan, validasi organisasi menjadi salah satu program prioritas TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang bertujuan untuk menjamin kesiapsiagaan operasi udara, membangun struktur organisasi yang adaptif, dan memperkuat pembinaan satuan.
Sebanyak tiga pangkalan TNI Angkatan Udara (lanud) di jajaran Komando Operasi Udara (Kodau) I naik tingkat menjadi lanud tipe A sebagai tindak lanjut dari validasi organisasi di lingkungan TNI AU.
TNI AL meresmikan perubahan nomenklatur organisasi dari pembinaan potensi maritim (Potmar) menjadi staf teritorial angkatan laut (Steral). Langkah ini dilakukan dalam rangka validasi organisasi sekaligus penyeragaman dengan matra TNI lainnya.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali meresmikan perubahan nomenklatur terhadap tujuh jabatan perwira tinggi (pati) di lingkungan TNI AL.