Komando Operasi (Koops) Habema dibentuk oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk menangani konflik di Papua. Agus menyebut, pihaknya menerapkan pendekatan smart power yang merupakan kombinasi dari soft power, hard power dan diplomasi militer.
Satgas Yonif 6 Marinir menggelar kegiatan teritorial, “Papua Pintar” di Kampung Muara, Distrik Dekai. Program ini dilakukan dalam bentuk penyampaian tambahan materi pelajaran untuk anak-anak sekolah dasar yang tinggal di dekat pos Logpon.
Prajurit baret ungu yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 6 Marinir membantu mengajar anak-anak di Papua untuk membaca dan menulis.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) port visit ke Pasifik Selatan, mengikutsertakan personel awak kapal hingga pelajar yang merupakan orang Papua.
Kegiatan teritorial di Bumi Papua terus dilakukan oleh para prajurit TNI. Salah satunya oleh Satgas Yonif Para Raider 432/Waspada Setia Jaya Kostrad yang menggelar program “Papua Pintar” dengan memberikan pelajaran berbahasa Inggris kepada anak-anak Kampung Kaboneri, Distrik Dal, Papua.
Para prajurit satuan tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 6 Marinir membagikan buku gratis untuk murid sekolah dasar (SD) Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis (3/10).
Hari Rabu, (2/10) kemarin bertempat di Monas, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto meresmikan Batalyon infanteri (Yonif) Penyangga Daerah Rawan (PDR). Total ada lima Yonif yang akan berkedudukan di wilayah Papua.
Panglima TNI meresmikan 5 batalyon infanteri (Yonif) penyangga daerah rawan. Batalyon ini semuanya berada di Papua di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih dan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari.
Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 174/ATW Brigjen TNI Andy Setyawan menegaskan institusi TNI melarang keras prajuritnya untuk tidak membawa hewan dan tumbuhan yang dilindungi usai melaksanakan tugas pengamanan perbatasan (pamtas) di Papua.
TNI AD melalui bantuan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengirimkan ratusan alat musik meliputi gitar, seruling, pianika dan tamborin untuk masyarakat Papua.