Prajurit TNI Dilarang Bawa Hewan dan Tumbuhan yang Dilindungi Usai Bertugas di Papua

Jakarta, IDM – Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 174/ATW Brigjen TNI Andy Setyawan menegaskan institusi TNI melarang keras prajuritnya untuk tidak membawa hewan dan tumbuhan yang dilindungi usai melaksanakan tugas pengamanan perbatasan (pamtas) di Papua.
Hal ini dikatakannya usai melepas prajurit Satgas Pamtas Statis RI-PNG Yonif 111/Karma Bhakti yang menyelesaikan masa tugasnya selama 13 bulan di wilayah Kabupaten Boven Digoel.
Baca Juga: 12 Pati TNI AL Naik Pangkat, Pangkogabwilhan I Laksdya Rachmad Jayadi Sandang Bintang 3
"Saya mengingatkan untuk tidak membawa hewan dan tumbuhan yang dilindungi, karena institusi TNI berkomitmen dan sangat peduli terhadap pelestarian lingkungan," kata Andy dalam keterangan resminya, Senin, (30/9).

Lebih lanjut ia menyampaikan penugasan yang telah dilaksanakan merupakan wujud dari pengabdian kepada bangsa dan negara, sehingga patut bersyukur dan bangga dapat mengemban amanah dan kepercayaan dengan baik.
Baca Juga: KSAL Pimpin Laporan Kenaikan Pangkat, 9 Kolonel Pecah Bintang
"Terlebih mampu melindungi dan mengatasi kesulitan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, serta membantu pemerintah dalam menyukseskan pembangunan," katanya.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya prajurit Satgas Pamtas Statis RI-PNG Yonif 111/Karma Bhakti akan bertolak dari Pelabuhan Yos Sudarso Merauke menuju home base di Banda Aceh yang merupakan basis Yonif 111/KB dengan menggunakan KRI dr. Soeharso-990. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































