Mesir dilaporkan sedang mempersiapkan sebuah kawasan yang berbatasan dengan Gaza untuk menampung warga Palestina. Langkah itu disebut merupakan respons darurat jika serangan Israel ke Rafah memicu eksodus melintasi perbatasan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki siap bekerja sama dengan Mesir untuk menghentikan konflik bersenjata di wilayah Gaza sekaligus membantu membangun kembali pemukiman yang hancur.
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 tiba dermaga El-Arish, Mesir, pada Selasa (13/2). Kapal bantu rumah sakit milik TNI AL ini siap memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik di Gaza, Palestina.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan bahwa pihaknya menyetujui permintaan Mesir untuk membeli drone. Kesepakatan itu disebut wujud dari hubungan bilateral yang semakin erat.
Pemerintah Mesir telah mengajukan proposal gencatan senjata permanen untuk mengakhiri konflik bersenjata antara Israel-Hamas di Gaza. Proposal ini digambarkan sebagai rencana yang ambisius karena bertujuan membentuk perdamaian abadi di wilayah tersebut.
Truk yang membawa bahan bakar mulai menyeberang ke Jalur Gaza dari Mesir. Ini merupakan pengiriman pertama sejak Israel memberlakukan pengepungan total akibat konflik dengan Hamas.
Pos perbatasan Rafah yang memisahkan Mesir dan Gaza mulai dibuka untuk mengalirkan bantuan kemanusiaan bagi sekitar 2,4 juta warga sipil yang terjebak di wilayah konflik.
Rafah merupakan pos perbatasan paling selatan dari Gaza dan berbatasan dengan Mesir, yang menjadi satu-satunya akses masuk bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza dari luar Israel.
Logistik bantuan kemanusiaan tidak dapat memasuki Gaza dan kini pasokan kebutuhan warga Palestina itu tertahan di dekat perbatasan Mesir. Satu-satunya jalur keluar-masuk terhambat karena serangan udara yang bertubi-tubi.