Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras serangan yang terus berlanjut dari Israel dan perampasan properti milik warga di Lebanon Selatan. Agresi Israel itu merusak proses menuju perdamaian jangka panjang di wilayah tersebut.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa Israel terus melanggar kesepakatan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), dan melakukan serangan di Lebanon Selatan.
Insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026, ketika serangan artileri menghantam posisi kontingen Indonesia di Kota Adshit alQusyar, Lebanon Selatan. Akibatnya, satu prajurit gugur dan tiga lainnya luka-luka. Kemudian dalam 24 jam, insiden kedua menyusul pada 30 Maret 2026 ketika sebuah ledakan menghantam konvoi kendaraan UNIFIL di dekat Bani Hayyan, menyebabkan dua prajurit TNI gugur dan dua lainnya terluka. Pasukan TNI kembali menjadi sasaran pada insiden ketiga yang terjadi pada 3 April 2026, ketika sebuah ledakan terjadi di dalam pos UNIFIL di El Adeisse yang melukai tiga anggota TNI.
Lebanon dan Israel telah berunding mengenai rencana untuk membentuk zona percontohan di Lebanon Selatan, wilayah yang diduduki Pasukan Bersenjata Israel (IDF).
TNI kembali berduka, kali ini Praka Rico Pramudia yang sebelumnya mengalami luka berat dalam insiden pada 29 Maret 2026 di Lebanon Selatan dinyatakan gugur pada Jumat (24/4) pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB. Praka Rico sempat mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut.
Satu prajurit United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dari Prancis gugur setelah tertembak senjata di Ghanduriyah, Lebanon Selatan, Sabtu (18/4) pagi waktu setempat.
Angkatan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengerahkan satu divisi tambahan di Lebanon selatan sebagai upaya memperluas serangan darat, yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan kecaman "sangat keras" atas berulangnya serangan di dekat Bani Haiyyan, Lebanon Selatan pada Selasa (30/3). Serangan kedua itu menewaskan dua prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.