Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini sedang "gigit jari". Rencananya membentuk koalisi militer internasional untuk mengamankan Selat Hormuz justru mendapat respons dingin dari para sekutu dekatnya. Hingga saat ini, sedikitnya ada enam negara besar yang secara terang-terangan menolak atau masih "jual mahal" terhadap permintaan Washington.
TNI AL terus memperkuat “saraf” bawah lautnya dengan teknologi canggih. Kali ini, tiga kapal perang pemburu ranjau milik Komando Armada (Koarmada) II menguji kebolehan robot bawah laut untuk memastikan perairan Indonesia bersih dari ancaman bahan peledak.
TNI AL mempertegas langkah strategis untuk menjamin ketersediaan suku cadang kapal perang mereka. Melalui kebijakan 'anti-embargo', TNI AL memastikan setiap unit armada tempur Indonesia tetap beroperasi tanpa harus bergantung pada dinamika politik negara asing.
TNI AL kini memprioritaskan pembangunan sistem saraf digital canggih bernama C6ISR. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan informasi agar pihak asing tidak bisa lagi menyadap instruksi tempur kapal perang RI.
TNI AL tengah mematangkan langkah transformasi menuju kekuatan angkatan laut kelas dunia atau Blue Water Navy. Dalam proses ini, Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) TNI AL, Laksma Salim, menekankan pentingnya efisiensi dan standarisasi armada kapal perang Indonesia.
Komisi I DPR RI meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meningkatkan kesiapsiagaan menyusul memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengarah pada konflik terbuka.
Pemerintah Indonesia dan Inggris menyepakati pembelian dua lisensi desain kapal perang fregat Arrowhead 140 tambahan, di bawah payung program kemitraan maritim (Maritime Partnership Programme) dengan nilai fantastis mencapai £4 miliar atau setara Rp79,4 triliun (kurs Rp 19.850).
Patroli Terkoordinasi Indonesia–India (Patkor Indindo) ke-45 tahun 2025 resmi dibuka di Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Sabang, Aceh, Rabu (10/12). Tiga kapal perang dari kedua negara diturunkan dalam operasi ini.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan, kekuatan armada laut Indonesia masih perlu ditingkatkan secara signifikan untuk mampu menjaga seluruh perairan nasional.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan memberikan arahan kepada prajurit Korps Pelaut dalam safari pembinaan yang digelar di Koarmada II, Surabaya, Jumat (10/10).