Hingga saat ini kegiatan patroli skala besar yang dilakukan TNI AD di wilayah Jakarta masih berjalan. Langkah ini menjadi upaya nyata untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membeberkan motif kasus penganiayaan Prada Lucky Saputra Namo oleh prajurit TNI
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan TNI AD mengirimkan 10.817 personel dan 105 alutsista untuk kegiatan Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer tanggal 10 Agustus nanti di Batujajar, Jawa Barat.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan TNI AD akan menindak tegas oknum prajurit yang diduga terlibat penyelundupan 5.400 telur penyu jaringan internasional.
Ribuan anak muda di Indonesia ikuti seleksi calon prajurit Bintara PK TNI AD. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, animo pemuda Indonesia untuk menjadi prajurit TNI AD justru terus meningkat secara konsisten dari tahun ke tahun.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memberikan tanggapan terkait 48 prajuritnya di Kodam IX/Udayana yang terlibat dalam Kursus Kepelatihan Lisensi D Nasional PSSI yang digelar di Bali United Training Center di Gianyar, Bali.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan perekrutan 24.000 ribu Tamtama yang direncanakan TNI AD diprioritaskan penempatannya untuk kota/kabupaten yang tidak memiliki batalyon.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membeberkan implementasi fungsi utama TNI AD sebagai alat pertahanan negara di darat.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membeberkan fakta baru temuan tim investigasi terkait peristiwa ledakan munisi di Garut. Menurutnya, selain ditemukan adanya unsur urea, tim juga menemukan adanya serpihan-serpihan telepon genggam (handphone) di lokasi kejadian.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan beberapa poin evaluasi yang bakal dilakukan TNI AD pascakejadian ledakan amunisi di Garut.